Australia Open: Tanpa Jabat Tangan, Sabalenka Singkirkan Svitolina dan Melaju ke Final
Kamis, 29 Jan 2026, 17:49 WIBMELBOURNE, AUSTRALIA â Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka melaju ke final Australia Open untuk keempat kalinya secara beruntun setelah meraih kemenangan dominan atas wakil Ukraina, Elina Svitolina, dalam laga semifinal yang sarat muatan politik, Kamis (29/1).
Petenis asal Belarusia itu menang meyakinkan 6-2, 6-3. Usai laga, tidak ada jabat tangan di antara kedua pemain. Sabalenka kini menunggu pemenang semifinal lain antara Elena Rybakina dan Jessica Pegula untuk memperebutkan gelar ketiganya di Melbourne.
Kekalahan ini sekaligus memupus harapan Svitolina, unggulan ke-12, untuk mencatat sejarah sebagai petenis putri pertama Ukraina yang mencapai final tunggal Grand Slam di era Open.
Seperti petenis Ukraina lainnya, Svitolina tidak berjabat tangan dengan lawan dari Russia atau Belarusia, sekutu Moskow, sebagai sikap terhadap perang yang masih berlangsung. Panitia telah mengumumkan sebelum pertandingan di Rod Laver Arena bahwa tidak akan ada jabat tangan, disertai pesan di layar raksasa yang meminta penonton untuk âmenghormatiâ keputusan tersebut. Kedua pemain juga terlihat menjaga jarak saat seremoni dan sesi foto pra-pertandingan.
Sabalenka tampak hampir menitikkan air mata seusai laga saat merefleksikan kehidupan âimpianâ yang dijalaninya. Ia tetap melontarkan pujian kepada Svitolina. âSaya sangat senang dengan kemenangan ini. Dia lawan yang sangat tangguh dan bermain tenis yang luar biasa sepanjang pekan,â ujar Sabalenka. âTapi pekerjaan saya belum selesai.â
Kedua petenis disambut sorak penonton saat memasuki lapangan, meski dukungan terdengar sedikit lebih keras untuk Sabalenka, juara Grand Slam empat kali dari Belarus.
Keduanya datang ke semifinal dengan performa impresif, belum kehilangan satu set pun di Melbourne dan sama-sama mencatatkan 10 kemenangan beruntun. Sabalenka sebelumnya menjuarai Brisbane, sementara Svitolina tampil sebagai juara di Auckland.
Kontroversi muncul pada gim keempat set pertama. Saat skor masih imbang, Sabalenka dikenai peringatan hindrance akibat erangan saat memukul, memicu peninjauan video panjang dan sorakan penonton. Sabalenka yang terlihat kesal kehilangan poin tersebut, namun segera bangkit, mematahkan servis untuk unggul 3-1 dan mempertahankan keunggulan menjadi 4-1.
Setahun lalu, Sabalenka secara mengejutkan tumbang dari Madison Keys di final. Ia menegaskan bahwa merebut kembali mahkota Melbourne adalah prioritas utamanyaââtrofi atau tidak sama sekaliâ. Petenis berusia 27 tahun itu tampil penuh determinasi, kembali mematahkan servis lawan dan menutup set pertama dalam 41 menit yang dominan.
Svitolina, 31 tahun, sempat bangkit di awal set kedua dengan mematahkan servis Sabalenka untuk unggul 2-0. Namun Sabalenka yang kian bersemangat merespons dengan merebut lima gim beruntun, unggul 5-2, dan memastikan langkahnya ke final.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
WHO: Larangan Perjalanan Bukan Solusi Atasi Wabah Ebola
-
Profil Timnas Senegal: Singa Teranga Siap Mengaum di Panggung Piala Dunia 2026
-
Lima Penyelam Italia Tewas di Dalam Gua Bawah Laut Maladewa
-
Festival Layang-layang Digelar di Medan
-
Tradisi Riyaya Unduh-Unduh Jombang Rayakan Syukur Hasil Panen
-
Gempa Susulan M4,9 Masih Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG Catat 15 Kali Getaran
-
Kembalikan Kejayaan Lada Belitung, Pemkab Siapkan Strategi Dorong Lonjakan Produksi Petani
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.