84 Desa di Halbar Punya Potensi Besar, Pemkab Dorong Usaha Berbasis Komoditas Lokal
Kamis, 01 Okt 2026, 05:13 WIBAMBON - Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, memperkuat pendampingan terhadap pelaksanaan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad) guna mendorong pengembangan usaha berbasis potensi lokal dan menumbuhkan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Barat Fadli Husein dalam keterangan di Ternate, Rabu, mengatakan pendampingan diperlukan agar berbagai usaha yang dikembangkan melalui program Tekad tidak berhenti setelah bantuan diberikan, tetapi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Keberlanjutan program perlu kita siapkan melalui pendampingan, termasuk bagaimana pemerintah desa dapat memanfaatkan anggaran ketahanan pangan untuk mendukung pengembangan usaha yang sudah berjalan," kata dia.
Ia mengatakan sebanyak 84 desa di Halmahera Barat menjadi penerima program Tekad sehingga perlu diarahkan untuk mengembangkan usaha sesuai potensi masing-masing wilayah.
Ia mengatakan, pemerintah daerah mengusulkan agar desa-desa penerima Tekad dikembangkan menjadi desa tematik berdasarkan komoditas unggulan yang dimiliki sehingga bantuan dan pendampingan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih terarah.
"Setiap desa memiliki potensi yang berbeda, sehingga pengembangannya perlu disesuaikan dengan potensi lokal. Kami juga mendorong agar desa penerima Tekad dapat diarahkan menjadi desa tematik," ujarnya.
Ia menambahkan, akses terhadap data Indeks Desa juga penting bagi pemerintah daerah dan pemerintah desa untuk menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran serta mendukung keberlanjutan usaha yang telah dibangun melalui Tekad.
Program Tekad Kemendes PDT di Halmahera Barat antara lain mendorong pengembangan rumah produksi briket berbahan batok kelapa di Desa Payo serta pengembangan komoditas cabai keriting di Desa Pateng.
Salah satunya Desa Payo menerima bantuan Rp100 juta pada 2026 melalui program demplot yang dimanfaatkan untuk membangun rumah produksi briket berbahan batok kelapa.
Ia mengatakan rumah produksi tersebut nantinya dilengkapi dengan pelatihan teknis pengolahan briket dan ditargetkan dapat menyerap sekitar 10 tenaga kerja.
Fasilitator Ekonomi Program Tekad Kabupaten Halmahera Barat Yohanis mengatakan pengolahan batok kelapa menjadi briket dapat meningkatkan nilai tambah komoditas yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Ia menyebut produksi batok kelapa dari petani di Desa Payo diperkirakan mencapai sekitar 50 ton dalam tiga bulan sehingga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bahan baku usaha desa.
"Kalau hasil kelapa batok dari petani bisa diolah di rumah produksi briket, maka nilai ekonominya akan meningkat. Karena itu kolaborasi antara BUMDes dan warga petani harus terbangun dengan baik," ujarnya.
Sementara itu, Desa Pateng mengembangkan komoditas cabai keriting melalui program Tekad. Desa tersebut menerima bantuan demplot sebesar Rp100 juta pada 2025 untuk pengembangan cabai keriting di lahan seluas satu hektare.
Pada 2026, Desa Pateng kembali menerima bantuan melalui RITD sebesar Rp300 juta untuk pembangunan rumah produksi sambal serta bantuan IF sebesar Rp250 juta untuk pengadaan alat dan mesin pertanian, pembangunan embung dan tandon air.
Selain pendampingan usaha, Tim Strategi Policy Unit (SPU) Program TEKAD bersama Direktorat PKEI Kemendes PDT melakukan monitoring literasi keuangan desa, pengisian kuesioner reformulasi Indeks Desa dan survei strategi keluar (exit strategy) Program TEKAD 2026.
- Berpotensi
- komoditas
- Bisnis Lokal
- Pemkab Halmahera Barat
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
US Open: Shelton dan Tiafoe Bawa Harapan AS ke Semifinal, Zverev Tantang Khachanov
-
Aksi Demo Mahasiswa di Bundaran HI Ajukan 8 Tuntutan
-
Imbas Abu Vulkanik, Dua Penerbangan Garuda dari Arab Saudi Dialihkan ke Kertajati
-
Rupiah Hari Ini Melemah, Tertekan Kenaikan Harga Minyak Global
-
Iran Berencana Umumkan 'Zona Eksklusi' Baru di Dekat Selat Hormuz
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.