- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ingin Buat Kesepakatan Set...
Ingin Buat Kesepakatan Setelah AS Gelar Peralatan Militer
Rabu, 28 Jan 2026, 01:10 WIBWASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Senin (26/1) mengatakan bahwa Iran ingin membuat kesepakatan dengan Washington setelah pengerahan aset militer tambahan oleh AS di kawasan itu, termasuk kapal induk tempur.
Dalam wawancara dengan Axios, Trump mengatakan bahwa situasi di Iran sedang âberubah-ubah,â seraya menyinggung kedatangan apa yang ia sebut sebagai âarmada besarâ di dekat Iran, merujuk pada pengerahan satu gugus tempur kapal induk ke kawasan tersebut.
âMereka ingin membuat kesepakatan sekarang. Saya tahu itu. Mereka menghubungi beberapa kali untuk berunding,â tambahnya.
AS mengerahkan Gugus Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah pada Senin untuk memperkuat posisinya di kawasan tersebut.
Kapal induk kelas Nimitz memasuki kawasan itu âuntuk meningkatkan keamanan dan stabilitas regional,â kata Komando Pusat AS (CENTCOM) di platform perusahaan media sosial AS, X.
Iran telah diguncang oleh gelombang protes sejak bulan lalu, dimulai pada 28 Desember di Grand Bazaar Teheran, terkait depresiasi tajam rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi. Demonstrasi kemudian menyebar ke beberapa kota lain.
Trump berulang kali mengancam akan âmenindak kerasâ jika para demonstran terbunuh, tetapi kemudian melunakkan retorikanya, dengan menyatakan bahwa Teheran membatalkan ratusan eksekusi yang dijadwalkan.
Para pejabat Iran menuduh AS dan Israel mendukung perusuh bersenjata dan memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan memicu respons cepat dan komprehensifâ.
Juni lalu, Israel, dengan dukungan AS, melancarkan perang 12 hari melawan Iran, yang memicu serangan balasan berupa pesawat tak berawak dan rudal dari Teheran sebelum Washington mengumumkan gencatan senjata.
Lebih Siap
Iran pada Senin mengatakan bahwa mereka âlebih siap dari sebelumnyaâ untuk menanggapi setiap potensi serangan terhadap Iran, seiring meningkatnya ketegangan dengan AS menyusul gelombang protes baru-baru ini di Iran.
Dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menggambarkan situasi tersebut sebagai âperang hibridaâ, merujuk pada perang 12 hari yang terjadi pada Juni lalu serta aksi protes kekerasan baru-baru ini yang menurut Teheran dipicu oleh AS dan Israel.
Ia mengatakan ancaman dan âklaim tanpa dasarâ terus datang dari AS dan Israel, dengan mengutip pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump serta laporan mengenai kapal-kapal perang AS yang bergerak menuju Teluk Persia.
Baghaei juga menekankan bahwa negara-negara di kawasan memahami bahwa ketidakstabilan bersifat menular dan tidak akan terbatas pada Iran saja.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Proliga 2026: Bhayangkara Presisi Masih Terlalu Tangguh bagi Garuda Jaya
-
Anggotanya Terjaring OTT KPK, Ini Respon Ikatan Konsultan Pajak Indonesia
-
LeBron James dan Doncic Bantu Lakers Atasi Pelicans
-
Bundesliga Jerman: Kane Puji Evolusi Bayern Era Kompany, Treble Winners Bersejarah di Depan Mata
-
Tujuh Buku Diluncurkan Sambut HPN 2026
-
Manchester City Resmi Rekrut Marc Guehi dari Crystal Palace
-
Krisis Energi Perang Iran Setara dengan Gabungan Guncangan Tahun 70-an dan Perang Ukraina
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.