Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BBP NTT Gunakan Lomba Cerita Anak untuk Jaga Bahasa Daerah

📅 Selasa, 27 Jan 2026, 04:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
BBP NTT Gunakan Lomba Cerita Anak untuk Jaga Bahasa Daerah Doc: Antara
Ket. Kegiatan diseminasi produk 43 buku cerita anak dwibahasa Balai Bahasa Provinsi (BBP) NTT tahun 2025, di Kupang, beberapa waktu lalu.

Kupang, NTT - Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (BBP NTT) mendorong pelestarian serta pendokumentasian bahasa daerah melalui sayembara penulisan dan penerjemahan buku cerita anak dwibahasa 2026.

“Sayembara tahun ini diselenggarakan untuk menghasilkan sebanyak 32 judul buku cerita anak berbahasa daerah di NTT yang akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia,” kata Penerjemah Ahli Pertama Staf Teknis BBP NTT Aris Edo Riyandhika di Kupang, NTT, Senin (26/1).

Ia menjelaskan sayembara penulisan dan penerjemahan tersebut bertujuan menjaring naskah-naskah baru cerita bergambar sekaligus melestarikan bahasa daerah di Provinsi NTT.

“Sebagaimana diketahui, di NTT lebih dominan budaya tutur sedangkan budaya tulisnya masih sangat kurang, dengan sayembara ini bahasa-bahasa daerah di Provinsi NTT dapat terdokumentasi melalui buku cerita bergambar jadi anak-anak dapat belajar sambil mengenal budayanya,” katanya.

Ia mengatakan pendaftaran sayembara tersebut dibuka pada 25 Januari–21 Februari 2026, untuk kategori buku Jenjang A (pembaca dini) dan Jenjang C (pembaca semenjana).

Pada sayembara tahun ini, terdapat sembilan bahasa daerah prioritas untuk diterjemahkan, yakni bahasa Gaura (Sumba); Hamap, Kafoa, Kamang, Klamu, Kui, dan Sawila (Alor); Komodo (Flores); serta Lamatuka (Lembata).

Tercatat pada 2025, BBP NTT menerbitkan 43 buku cerita anak dalam 19 bahasa daerah, sedangkan pada 2024 menerbitkan 58 judul dalam 34 bahasa daerah.

BBP NTT mengajak seluruh masyarakat NTT khususnya para penulis lokal agar dapat mengikuti sayembara tahun 2026 dengan mengikuti informasi di akun Instagram @balaibahasaprovinsintt atau tautan pendaftaran https://bit.ly/DaftarSPCAD2026.

“Bagi peserta yang naskahnya lolos akan mengikuti bimbingan teknis penulisan sekitar bulan Maret secara daring dengan pendampingan para mentor,” kata Edo.

Melalui kelas daring tersebut, ujar dia, para penulis akan mendapat pembekalan revisi dan kurasi dalam penulisan agar bisa menghasilkan naskah yang komplit dan bermutu sehingga anak-anak dapat memanfaatkannya.

“Seluruh prosesnya cukup panjang, sehingga diseminasi buku ditargetkan menjelang akhir tahun,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.