Prabowo Bawa Pulang Komitmen Investasi, Pendidikan, dan Perdamaian

Senin, 26 Jan 2026, 01:10 WIB

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dalam lawatannya kali ini ke tiga negara dinilai kabar gembira bagi perekonomian dan kepentingan nasional. Seperti disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo menutup lawatan luar negeri selama lima hari tersebut dengan membawa pulang sejumlah capaian konkret yang strategis bagi kepentingan nasional.

Salah satu hasil utama adalah kesepakatan investasi di bidang maritim dengan Inggris senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar 90 triliun rupiah. Selain itu, disepakati pula pembangunan 1.582 kapal ikan yang akan diproduksi di dalam negeri dan diproyeksikan menyerap hingga 600 ribu tenaga kerja.

Ket. Foto: Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, (25/01). Pertemuan tersebut dilakukan Kepala Negara setelah kembali ke Tanah Air usai merampungkan rangkaian lawatan luar negeri. — Sumber: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden

Di bidang pendidikan, Indonesia jelas Teddy menjalin kerja sama dengan 24 Universitas terbaik di Inggris Raya, khususnya dalam pengembangan pendidikan kedokteran serta sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Pada tataran global, Indonesia juga resmi bergabung dalam Board of Peace (BOP) sebagai langkah konkret dalam mendorong perdamaian di Gaza. Peran Indonesia dalam forum tersebut telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam upaya pemulihan konflik. Tidak ketinggalan, Presiden Prabowo juga menyampaikan konsep ekonomi nasional bertajuk "Prabowonomics" dalam World Economic Forum (WEF) yang dihadiri oleh 65 kepala negara serta sekitar 1.000 CEO perusahaan besar dunia di Davos, Swiss.

Lawatan Kepala Negara juga menghasilkan peningkatan kerja sama nyata dengan Pemerintah Perancis di berbagai sektor strategis, sebagai bagian dari penguatan posisi Indonesia dalam kerja sama internasional.

Pengentasan Kemiskinan

Guru Besar Sosiologi Ekonomi Universitas Airlangga, Surabaya, Bagong Suyanto, mengatakan, kerja sama yang berhasil dijalin Presiden itu menunjukkan kuatnya visi Prabowo dalam pengentasan kemiskinan dengan upaya membangun ekonomi kerakyatan melalui sektor perikanan dan pembangunan kualitas SDM.

“Pembangunan kapal ikan yang akan menyerap ribuan pekerja itu punya multiple effect yang dahsyat pada ekonomi kerakyatan karena sektor perikanan menjadi salah satu pilar utamanya,” kata Bagong.

Program tersebut memberi banyak kontribusi mulai sebagai penggerak ekonomi dengan penyedia lapangan kerja dan sumber pangan. Hubungannya melalui pemberdayaan nelayan kecil dan industri kapal rakyat, akan meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir.

Sektor perikanan yang kuat akan meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat dan memicu pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus bisa memenuhi kebutuhan pangan protein domestik. Begitu juga pengiriman pelajar ke untuk kuliah di Inggris, menunjukkan keinginan Presidenmemutus rantai kemiskinan dengan meningkatkan kualitas SDM. “Dengan akses pendidikan yang bermutu, individu akan memperoleh pengetahuan dan peluang kerja yang lebih tinggi, pada akhirnya meningkatkan taraf hidup dan mengurangi tingkat kemiskinan,” kata Bagong.

Sementara itu, PenelitiSustainability Learning Center (SLC) Hafidz Arfandi mengapresiasi Prabowo karena pendekatan pendidikan berbasis STEM sangat penting, terutama pengajaran tentang logika agar siswa dapat menggunakan kerangka berpikir kritis dalam melihat persoalan.

“Hal yang perlu dikembangkan justru critical thinking sebagai panduan untuk mengurai masalah kompleks dan dinamis dalam kehidupan nyata, termasuk dalam pengembangan teknologi,” papar Hafidz.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.