Bangkit Pascabanjir, Pemkab Tanah Datar Tancap Gas Lewat Pacu Jawi dan Pacu Kuda
Minggu, 25 Jan 2026, 18:34 WIBKABUPATEN TANAH DATAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar,Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan sejumlah agenda pariwisata untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat setelah dua bulan terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Pacu jawi hingga pacu kuda menjadi andalan untuk membangkitkan kembali pergerakan wisata.
"Kami harus bangkit dari bencana ini," kata Bupati Tanah Datar Eka Putra di Kabupaten Tanah Datar, Minggu.
Sebagai salah satu destinasi pariwisata internasional dengan unggulan kesenian dan kebudayaan, Tanah Datar telah menyiapkan agenda pariwisata agar secepatnya pulih dan bangkit setelah dua bulan terdampak bencana.
Beberapa agenda wisata yang disiapkan di antaranya pacu jawi dan merupakan tradisi turun temurun masyarakat di daerah berjuluk "Luhak Nan Tuo" tersebut. Tradisi yang dilaksanakan setiap Sabtu itu menampilkan atraksi para joki dengan lincah untuk memacu sapi di lintasan yang berlumpur.
Kemudian, menjelang bulan suci Ramadan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar juga mengagendakan pacu kuda yang digelar pada 8-9 Februari 2026 di Lapangan Dang Tuanku Bukik Gombak, Kecamatan Lima Kaum.
Agenda pacu kuda merupakan salah satu event pariwisata yang paling ditunggu-tunggu masyarakat dari berbagai daerah. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan menyempatkan diri untuk menonton pacu kuda pada April 2023 bersama Yusril Ihza Mahendra dan Afriansyah Noor.
Selanjutnya, yang tidak kalah menarik ialah agenda menjaring ikan (manjalo ikan bilih) di kawasan Danau Singkarak. Event ini menyuguhkan atraksi dan keterampilan seseorang dalam menjaring ikan endemik danau tersebut.
"Akan ada banyak event pariwisata yang disiapkan Tanah Datar sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Indonesia bahkan dunia," ujarnya.
Eka optimistis berbagai agenda pariwisata yang disiapkan tersebut bisa mempercepat pertumbuhan dan pergerakan perekonomian masyarakat setelah dua bulan dihantam banjir bandang dan tanah longsor.
Terakhir, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi pascabencana banjir bandang, pemerintah daerah memastikan tidak akan memungut retribusi kepada pengunjung yang datang ke setiap destinasi wisata kecuali Istano Basa Pagaruyung.
"Pascabencana ini target kami bagaimana perputaran uang itu menyasar pelaku usaha dulu sehingga ekonomi masyarakat bergerak," ucapnya.
- sumatera barat
- pemkab tanah datar
- pacu jawi
- pacu kuda
- pascabencana banjir
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Penyaluran Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Barat
-
Sensus Ekonomi 2026: BPS Kabupaten Agam Terjunkan 514 Petugas Lapangan
-
Bantuan 4.192 Paket Sembako bagi Penyintas Bencana Sumbar
-
Listrik Kembali Menyala, Warga Desa Agusen Sambut Lebaran dengan Ceria
-
Penanaman 100 Bibit Pohon untuk Memperkuat Mitigasi Bencana
-
Penyaluran Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
-
5.231 Orang Masih Tinggal di Pengungsian Pascabencana Alam di Sumut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.