Imunisasi Tak Lengkap Jadi Penyebab Campak Masih Ada di DKI Jakarta

Rabu, 21 Jan 2026, 12:53 WIB

 Dokter Spesialis Anak RSUD Pasar Rebo, dr. Arifianto, Sp.A, Subsp.Neuro(K) mengungkapkan bahwa penyakit campak di DKI Jakarta belum hilang sampai saat ini karena imunisasi yang tak lengkap.

Arifianto mengakui hampir setiap pekan mendapati pasien anak menggunakan ventilator atau masuk ruangan perawatan intensif (PICU) karena campak.

"Campak di DKI belum berakhir sampai sekarang. Setelah diperiksa, mayoritas tidak lengkap imunisasinya," kata dia dalam siniar bertema "Benarkah Anak Paling Rentan Terkena Flu?" yang diadakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu

Menurut dia, ini menjadi bukti penyakit campak bisa dicegah karena daya tahan tubuhnya ada akibat vaksin. Karena itu, dia mengingatkan masyarakat agar melengkapi imunusasi anak-anak mereka.

"Campak itu penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin. Vaksin harus lengkap. Imunisasi lengkap terbukti meningkatkan daya tahan tubuh," kata dia.

Dijelaskan Arifianto, anak yang belum kenal berbagai virus atau bakteri harus dikenalkan dengan vaksin agar antibodinya terbangun. Jadi, begitu terkena penyakitnya langsung, maka tubuh bisa menghalau.

Imunisasi campak rubela diberikan tiga dosis, yakni saat anak usia 9 bulan. Dilanjutkan dosis penguat saat anak berusia 18 bulan dan berusia 6-7 tahun.

Pada September 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes( DKI Jakarta mencatat terdapat 218 kasus campak, tanpa laporan kematian. Kasus ditemukan salah satunya di Kelurahan Kapuk dengan total 38 kasus positif.

Sebagai langkah penanggulangan, Dinkes DKI mengadakan "Outbreak Response Immunization" (ORI) atau kegiatan imunisasi campak massal sebagai penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang menyasar 9.000 anak.

Ket. Foto: Dokter Spesialis Anak RSUD Pasar Rebo, dr. Arifianto, Sp.A, Subsp.Neuro(K) dalam siniar bertema "Benarkah Anak Paling Rentan Terkena Flu?" yang diadakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (21/1). — Sumber: Antara Foto

Hasilnya, cakupan imunisasi per September 2025 tercatat sekitar 77,22 persen.

  • dr. Arifianto, Sp.A, Subsp.Neuro(K)

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.