Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Senegal Juara Afrika dalam Final yang Ricuh

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 06:49 WIB | Oleh:
Senegal Juara Afrika dalam Final yang Ricuh Doc: Paul ELLIS / AFP
Ket. Para pemain Senegal merayakan kemenangan dengan trofi setelah memenangkan pertandingan final Piala Afrika (CAN) melawan Maroko di Stadion Pangeran Moulay Abdellah di Rabat pada 18 Januari 2026.

RABAT, MAROKO – Senegal keluar sebagai juara Piala Afrika (AFCON) setelah menaklukkan tuan rumah Maroko 1-0. Laga harus melalui babak perpanjangan waktu dalam final penuh kontroversi dan ketegangan di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Rabat, Senin (19/1) dini hari WIB. Gol tunggal Pape Gueye menit ke-94 memastikan trofi jatuh ke tangan tim berjuluk Lions of Teranga usai laga yang sempat diwarnai aksi walk-off dan kericuhan di tribun.

Partai puncak ini nyaris dimenangkan Maroko di penghujung waktu normal. Brahim Diaz mendapatkan hadiah penalti kontroversial pada menit ke-24 masa tambahan (injury time). Wasit asal Kongo, Jean-Jacques Ndala, menilai ada pelanggaran El Hadji Malick Diouf terhadap Diaz, usai meninjau VAR. Keputusan tersebut memicu protes keras pemain dan pendukung Senegal.

Situasi semakin panas ketika sebagian pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes. Di tribun, sejumlah suporter Senegal melempar kursi dan mencoba memasuki lapangan sebelum akhirnya dihalau barikade aparat keamanan. Setelah penundaan panjang, penalti tetap dieksekusi. Namun, Diaz gagal menjadi pahlawan. Tendangan Panenka yang dilepaskan winger Real Madrid itu dengan mudah ditepis kiper Senegal, Edouard Mendy, yang tampil tenang di tengah tekanan.

“Kami merasa diperlakukan tidak adil. Sebelumnya, kami mengira gol sah, tapi wasit tidak melihat VAR,” ujar Pape Gueye. Dia mengungkapkan bahwa Sadio Mane minta rekan-rekannya kembali ke lapangan. “Sadio menyuruh kami fokus lagi. Edouard melakukan penyelamatan. Kami tetap tenang, mencetak gol, dan menang,” jelas Pape.

Gagalnya penalti Diaz menjadi titik balik. Empat menit memasuki babak tambahan, Senegal mencetak gol penentu di hadapan 66.526 penonton. Mane merebut bola di lini tengah dan mengalirkannya kepada Idrissa Gana Gueye, yang kemudian melepas ke Pape Gueye. Gelandang Villarreal itu melaju ke kotak penalti dan melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang Yassine Bounou.

Maroko masih berusaha memaksakan adu penalti. Nayef Aguerd sempat menyundul bola ke mistar pada paruh kedua perpanjangan waktu, namun peluang itu sirna. Impian Maroko mengakhiri penantian 50 tahun untuk gelar kedua Piala Afrika di depan publik sendiri pun pupus.

Pelatih Maroko, Walid Regragui, menyesalkan insiden yang terjadi. “Citra sepak bola Afrika malam ini memalukan. Menghentikan pertandingan lebih dari 10 menit saat dunia menonton bukan hal yang pantas,” ujarnya. ben/AFP/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Ekonomi
GPM Meriahkan Peringatan Ha...

Eksplorasi Mata Air dari Sungai Bawah Tanah

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Eksplorasi Mata Air dari Su...
Luar Negeri
Delapan Negara Bagian AS Gu...

Kepala dan Wakil Kepala BPGMN Resmi Dilantik

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kepala dan Wakil Kepala BPG...

Olah TKP Ledakan

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Olah TKP Ledakan
Megapolitan
Benyamin S Award untuk Ting...
SEJARAH

4.000 Artefak Terkumpul dari Proyek MRT

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
4.000 Artefak Terkumpul dar...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.