Arah Investasi Indonesia ke Depan: Sektor Strategis Jadi Magnet Utama

Senin, 19 Jan 2026, 10:45 WIB

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menyampaikan sektor prioritas Indonesia seperti energi, pangan dan manufaktur berpotensi besar diminati investor pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.

Esther dihubungi di Jakarta, Senin, menyatakan proyeksi arus investasi ke Indonesia ke depan mengarah pada sektor-sektor strategis yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan kebutuhan global.

Ket. Foto: Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti memberikan sambutaan saat seminar Outlook Energi Indonesia 2026 di Jakarta, — Sumber: Antara Foto

Menurut dia, sektor energi menjadi salah satu fokus utama, seiring komitmen pemerintah terhadap transisi energi dan pengembangan energi terbarukan.

“Indonesia saat ini sangat membutuhkan investasi di sektor transisi energi, energi terbarukan, serta industri hijau. Apalagi Presiden telah mencanangkan proyek pengembangan kapasitas listrik hingga 100 gigawatt,” ujarnya.

Selain energi, sektor pangan juga dinilai memiliki daya tarik tinggi bagi investor. Esther menekankan pentingnya investasi di sektor ini untuk menjamin pemenuhan kebutuhan pangan nasional maupun regional, sekaligus mendorong pertumbuhan industri padat karya.

Sektor potensial berikutnya adalah manufaktur, khususnya pengembangan industri bernilai tambah tinggi.

Esther menyebut penguatan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sebagai salah satu peluang utama yang bisa ditawarkan Indonesia di forum internasional tersebut.

Di samping itu, industri tekstil juga mulai kembali dirawat dan dikembangkan agar tetap kompetitif di panggung internasional.

Esther turut menggarisbawahi langkah-langkah yang perlu dilakukan pemerintah untuk lebih menarik minat investor di ajang WEF Davos yang diselenggarakan 19-23 Januari 2026 tersebut yakni dengan cara memberikan insentif yang fleksibel.

“Investor akan tertarik jika insentif yang diberikan bersifat customize. Pendekatannya harus lebih personal, tidak hanya lewat forum besar,” ucapnya.

Ia menambahkan pemerintah juga perlu menyiapkan peta jalan dan rencana bisnis yang jelas dan terukur. Ini penting untuk meyakinkan investor mengenai manfaat menanamkan modalnya di Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyebutkan kehadiran Indonesia dalam Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, merupakan bagian dari strategi konsisten diplomasi ekonomi RI di tingkat internasional untuk memacu daya saing.

Pemerintah, kata Rosan, menegaskan komitmen untuk menawarkan stabilitas ekonomi, kepastian kebijakan, serta peluang investasi jangka panjang yang kompetitif sebagai fondasi peningkatan daya saing nasional.

Dalam forum tersebut, Indonesia kembali mengusung pendekatan Indonesia Incorporated melalui sinergi antara pemerintah, pengelola aset negara dan dunia usaha.

Kehadiran Indonesia Pavilion dengan tema Indonesia Endless Horizons menjadi wadah promosi investasi terpadu sekaligus penegasan keseriusan Indonesia dalam membangun narasi pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

Selain itu, Indonesia juga akan menggelar Indonesia Night sebagai ruang diplomasi ekonomi informal yang mempertemukan pemimpin dunia, investor global dan pelaku usaha internasional.

  • Esther Sri Astuti-Indef

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.