Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Flu Biasa, Ini Gejala 'Super Flu' dan Kapan Harus ke Dokter

📅 Sabtu, 17 Jan 2026, 08:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bukan Flu Biasa, Ini Gejala 'Super Flu' dan Kapan Harus ke Dokter Doc: ANTARA

JAKARTA - “Super Flu” terjadi karena perubahan cuaca yang tak menentu pada masa pancaroba sehingga mendukung virus bertahan lebih lama dan menyebar lebih cepat terutama di lingkungan padat penduduk.

"Faktor lainnya yang menyebabkan Super Flu ini meningkat karena virus influenza dan virus pernapasan lainnya seperti Respiratory Syncytial Virus (RSV), adenovirus dan parainfluenza terus mengalami perubahan mutasi," kata xdr. Siti Nur R. Firda Fauziyah dari RS Sari Asih Sangiang, dilansir dari Antara, Jumat (9/1/26).

“Super Flu” bukanlah istilah medis resmi, melainkan istilah populer yang digunakan masyarakat untuk menggambarkan infeksi saluran pernapasan yang terasa lebih berat dan berkepanjangan dibandingkan flu pada umumnya.

Gejala yang dialami penyakit ini adalah demam tinggi yang naik-turun, nyeri badan hebat serta batuk yang tidak kunjung sembuh hingga berminggu-minggu. Kondisi ini pun kerap membuat masyarakat sulit membedakan antara flu biasa dengan COVID-19.

“Fenomena ini dapat terjadi akibat immunity gap atau celah imunitas. Selama masa pandemi COVID-19, penggunaan masker, pembatasan sosial, dan penurunan mobilitas membuat tubuh jarang terpapar virus influenza. Ketika aktivitas kembali normal, sistem imun belum sepenuhnya siap menghadapi paparan virus pernapasan yang kembali meningkat,” jelasnya.

Ia juga mengatakan hingga saat ini, tidak ditemukan bukti adanya virus influenza jenis baru yang lebih berbahaya, melainkan peningkatan kembali infeksi virus pernapasan yang sudah dikenal sebelumnya.

Berbeda dengan flu ringan yang umumnya membaik dalam tiga hingga lima hari, flu yang dirasakan lebih berat memiliki beberapa ciri diantaranya kelelahan ekstrem, sakit tenggorokan hebat, nyeri otot dan sendi menyeluruh, dan durasi penyakit lebih Panjang.

"Gejala-gejala tersebut sering kali menimbulkan kekhawatiran karena menyerupai infeksi COVID-19, sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan apabila keluhan memberat atau tidak kunjung membaik," ujarnya.

Sementara itu langkah pencegahan yang dianjurkan yakni vaksinasi influenza tahunan, menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi seimbang.

Menggunakan masker saat diperlukan, menjaga kebersihan tangan, memenuhi kebutuhan cairan tubuh hingga minum air putih yang cukup untuk menjaga kelembapan saluran pernapasan.

Diakhir kesempatan, ia mengatakan jika sudah mengalami demam tinggi yang tidak turun lebih dari tiga hari, sesak napas atau nyeri dada, batuk berat yang mengganggu aktivitas maka disarankan segera melakukan pemeriksaan.

“Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi seperti pneumonia, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan penyakit penyerta,” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

58 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.