Kecamatan Poncol Menjadi Wilayah Paling Rawan Longsor

Kamis, 15 Jan 2026, 23:05 WIB

Magetan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Jawa Timur memetakan Kecamatan Poncol sebagai paling rawan tanah longsor saat curah hujan tinggi, akibat cuaca ekstrem.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Magetan Suparman dalam keterangan di Magetan, Kamis, mengatakan sesuai data, dari 238 kejadian bencana alam selama 2025, paling tinggi terjadi di Kecamatan Poncol dengan 62 kejadian.

Ket. Foto: — Sumber: Antara

"Di Kecamatan Poncol setidaknya ada dua alat early warning system (EWS) tanah longsor yang dipasang untuk deteksi dini jika terjadi potensi longsor, yakni di Desa Gonggang dan Cileng," ujarnya.

Setelah Poncol, wilayah rawan potensi bencana berikutnya terpetakan di Kecamatan Plaosan yang tercatat terjadi 39 bencana alam selama 2025. Bencana tersebut, berupa pohon tumbang dan tanah longsor.

Bahkan, pada awal 2026, BPBD Magetan mencatat telah terjadi lebih dari empat kejadian pohon tumbang dan longsor di wilayah lereng Gunung Lawu Kecamatan Plaosan.

Daerah lainnya banyak terjadi bencana, yakni Kecamatan Ngariboyo dengan 25 kejadian, Kecamatan Magetan 21 kejadian, dan Kecamatan Maospati 13 kejadian

Dari 238 bencana selama 2025, tercatat 107 bencana dampak cuaca ekstrem, berupa angin kencang, 99 tanah longsor, 17 kejadian merupakan evakuasi pencarian dan pertolongan hewan, tujuh banjir luapan, tujuh kejadian evakuasi pencarian dan pertolongan, serta satu kebakaran.

Dampak dari ratusan bencana tersebut, tercatat dua korban meninggal dunia, empat korban luka, dan 98 pohon tumbang.

Prakirawan Meteorologi dan Geofisika Madya Stasiun Geofisika Nganjuk Setiyaris menyatakan cuaca di wilayah eks-Keresidenan Madiun, termasuk Magetan, belakangan ini terpantau tidak menentu.

Ia memastikan potensi hujan di Madiun, Magetan, dan sekitarnya masih akan berlangsung hingga Februari mendatang.

"Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan secara resmi," katanya.

Selain itu, BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang tinggal di daerah rawan bencana, seperti banjir, tanah longsor, dan banjir bandang.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.