Subsidi Penerbangan Perintis Dinilai Krusial untuk Daerah tertinggal 3TP
Rabu, 14 Jan 2026, 06:00 WIBDirektorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menegaskan subsidi angkutan udara perintis berperan penting dalam memperkuat konektivitas wilayah kepulauan, terutama daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado, Ambar Suryoko, dalam keterangan Kementerian Perhubungan di Jakarta, Selasa, mengatakan penerbangan perintis merupakan wujud kehadiran negara dalam menjamin konektivitas antardaerah, khususnya di wilayah 3TP.
âPenerbangan perintis berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah 3TP,â kata Ambar.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan secara resmi melaksanakan penerbangan perdana subsidi angkutan udara perintis Koordinator Wilayah (Korwil) Gorontalo Tahun Anggaran 2026 di Manado, Senin (12/1).
Penerbangan tersebut dilayani oleh PT Asi Pudjiastuti Aviation (Susi Air) dengan menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan C 208 B berkapasitas 12 penumpang.
Ambar mengatakan layanan tersebut menghubungkan wilayah Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo melalui beberapa rangkaian rute penerbangan perintis yang dilayani mulai Senin hingga Sabtu.
Adapun rute penerbangan pada Senin meliputi ManadoâSiauâNaha (pergi pulang/PP) dan ManadoâMelonguaneâMiangas (PP). Selanjutnya, pada Selasa meliputi ManadoâBolaangâGorontalo, GorontaloâLuwukâBanggai Laut (PP), serta GorontaloâBolaangâManado.
Pada Rabu, rute penerbangan meliputi ManadoâSiauâNaha (PP) dan ManadoâMelonguaneâMiangas (PP). Kamis meliputi ManadoâBolaangâGorontalo, GorontaloâPohuwato (PP), serta GorontaloâLuwukâBanggai Laut (PP). Jumat meliputi GorontaloâLuwukâBanggai Laut (PP) dan GorontaloâBolaang (PP). Sementara pada Sabtu meliputi ManadoâMelonguane (PP).
Menurut Ambar, dengan adanya penerbangan perintis, waktu tempuh dapat dipersingkat dan menjadi moda alternatif pilihan masyarakat untuk beraktivitas ke luar daerah, yang pada akhirnya menjadi penggerak peningkatan pelayanan publik dan ekonomi.
Ia menyebutkan, pada tahun ini terdapat peningkatan frekuensi penerbangan, contohnya pada rute ManadoâMelonguane, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni dari dua kali menjadi tiga kali dalam sepekan.
âHal tersebut merupakan hasil evaluasi tahun lalu atas tingginya permintaan masyarakat serta untuk menjaga kelancaran konektivitas antardaerah,â ujar Ambar.
Selain itu, tersedia subsidi angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Tahun Anggaran 2026 berupa subsidi ongkos angkut avtur untuk rute yang memerlukan pengisian bahan bakar, yakni sebanyak 540 drum yang ditempatkan di Bandar Udara Naha dan Bandar Udara Melonguane.
âSubsidi ini diberikan agar biaya avtur yang ditanggung BUAUÂ (Badan Usaha Angkutan Udara) tetap setara dengan bandar udara yang telah memiliki Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Pertamina Aviation,â jelasnya.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap penyelenggaraan angkutan udara perintis, termasuk pemantauan aspek keselamatan dan kepatuhan operasional.
Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap kualitas layanan guna memastikan angkutan udara perintis berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
âKami akan terus berkoordinasi bersama operator penerbangan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, operasional, dan pelayanan berjalan sesuai ketentuan,â kata Ambar.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.