Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Parkir Berlangganan Kembali Berlaku, Pemkab Tulungagung Bidik PAD Rp10 Miliar

📅 Senin, 12 Jan 2026, 20:45 WIB | Oleh:
Parkir Berlangganan Kembali Berlaku, Pemkab Tulungagung Bidik PAD Rp10 Miliar Doc: Antara/HO - Soleh
Ket. Petugas juru parkir (jukir) melakukan penataan kendaraan di lahan parkir tepi jalan umum (TJU) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

TULUNGAGUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Jawa Timur, menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp10 miliar pada 2026 seiring penerapan kembali kebijakan parkir berlangganan, setelah sistem parkir manual dinilai gagal memenuhi target pendapatan.

Kepala Bidang Prasarana dan Perparkiran Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung Mahendra Sulistiawan di Tulungagung, Senin, menyatakan bahwa kebijakan ini difokuskan pada lahan parkir tepi jalan umum (TJU) di sepanjang jalan kabupaten.

Keputusan kembali ke sistem berlangganan diambil setelah evaluasi mendalam terhadap sistem parkir manual yang diterapkan selama dua tahun terakhir.

"Terhitung mulai awal 2024 hingga akhir 2025, Tulungagung menerapkan parkir manual sesuai usulan DPRD. Namun, selama periode tersebut, capaian PAD sektor parkir mengalami penurunan signifikan dan tidak pernah memenuhi target yang ditetapkan," ujar Mahendra.

Berdasarkan data Dishub Tulungagung, realisasi PAD parkir pada tahun 2025 mencapai Rp600 juta atau 37,5 persen dari target Rp1,6 miliar.

Sementara pada tahun 2024, dari target Rp1,5 miliar, realisasi hanya menyentuh angka Rp830 juta atau setara 54,7 persen.

Mahendra menjelaskan sebagai solusi atas kendala tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung telah merampungkan Peraturan Daerah (Perda) Perparkiran yang baru pada akhir 2025.

Regulasi ini diperkuat dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Tulungagung, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Polres Tulungagung mengenai fasilitasi pemungutan retribusi parkir tepi jalan.

Adapun rincian tarif parkir berlangganan untuk satu tahun operasional adalah, kendaraan roda dua Rp20 ribu, kendaraan roda empat Rp40 ribu, dan kendaraan roda enam Rp60 ribu.

Meski target PAD 2026 dinaikkan secara signifikan menjadi Rp10 miliar, Dishub mengakui masih diperlukan masa penyesuaian.

Oleh karena itu, Pemkab menerapkan kebijakan dispensasi sepanjang tahun 2026.

"Sepanjang tahun ini, seluruh kendaraan dengan plat nomor Tulungagung dianggap sudah membayar parkir berlangganan. Hal ini dilakukan untuk menyamakan kebijakan, mengingat siklus pembayaran pajak kendaraan bermotor setiap pemilik berbeda-beda," katanya.

Pihak Dishub juga telah melakukan sosialisasi masif sejak akhir 2025, termasuk memberikan instruksi kepada seluruh juru parkir (jukir) resmi agar tidak lagi memungut bea parkir secara langsung di lapangan kepada pemilik kendaraan yang masuk dalam skema berlangganan.

Penerapan kembali skema ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi masyarakat dalam menggunakan fasilitas parkir di tepi jalan umum demi mendukung pembangunan Kabupaten Tulungagung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.