Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komisi II DPRD NTB Desak Pemda Atasi Sampah di Gili Trawangan

📅 Senin, 12 Jan 2026, 08:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Komisi II DPRD NTB Desak Pemda Atasi Sampah di Gili Trawangan Doc: ANTARA
Ket. Arsip - Sekawanan sapi mencari makan di tempat penampungan sampah di Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

MATARAM – Ketua Komisi II DPRD Nusa Tenggara Barat, Lalu Pelita Putra mendesak pemerintah daerah baik provinsi dan kabupaten untuk mengadakan mesin mixer guna mengatasi persoalan sampah di destinasi wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara.

"Pengelolaan sampah di kawasan wisata tiga Gili (Trawangan, Meno, dan Air) sampai saat ini masih menjadi persolan yang banyak dikeluhkan warga dan pelaku wisata, termasuk wisatawan," ujar Pelita Putra dalam keterangannya di Mataram, Senin (12/1).

Ia mengatakan pengelolaan sampah di kawasan tiga gili, khususnya Trawangan belum terorganisir dengan baik. Padahal, dengan luas daratan hanya sekitar 3,4 kilometer persegi, jumlah sampahnya mencapai 18 ton per hari.

Di sisi lain kawasan ini merupakan destinasi unggulan pariwisata di NTB dan Indonesia. Tingginya jumlah wisatawan yang terus membanjiri wilayah tiga Gili, maka penanganan sampah ini harus dipastikan dengan serius.

Terlebih, menurut informasi warga dan pelaku usaha di wilayah tiga Gili, tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) yang ada belum optimal untuk  berfungsi sebagaimana mestinya.

"Jadi, kenapa banyak sampah menggunung di TPST, karena mesin insinerator yang berfungsi hanya dapat mengelola sampah 5–10 ton per harinya. Tentu ini enggak sebanding dengan jumlah sampah yang mencapai 18 ton per hari," kata Pelita.

Pelita mengatakan tidak optimalnya mesin insinerator melayani jumlah sampah yang ada, maka seharusnya antara Pemkab Lombok Utara dan Pemprov NTB perlu melakukan kolaborasi dan sinergi.

Pasalnya, pihaknya tidak menghendaki jika laju kunjungan wisatawan yang terus meningkat akan terganggu kenyamanannya, lantaran tumpukan sampah yang menggunung akibat terbatasnya kemampuan mesin insinerator dalam mengurai sampah yang ada.

"Tumpukan sampah yang menggunung ini harus disikapi dengan adanya mesin mixer untuk mencacah ribuan ton sampah yang ada. Bila perlu juga ada sebagian sampah yang diangkut ke daratan. Di sinilah perlu ada koloborasi Pemprov dan Pemkab untuk mengadakan alat mesin mixer ini," tegas Pelita.

Sementara itu, Pemkab Lombok Utara berkomitmen mengurai sampah di kawasan wisata tiga gili (Trawangan, Meno, dan Air). Salah satu upaya yang dilakukan dengan menggandeng Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KLU, Husnul Ahadi, mengatakan BKKPN Kupang sudah turun ke gili. Mereka akan memberikan dukungan mencakup bantuan sarana dan prasarana untuk mengurangi timbunan sampah di kawasan wisata tersebut. Husnul menjelaskan teknis dukungan telah dibahas bersama perwakilan pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa setempat.

"Dari BKKPN Kupang sudah hampir memastikan akan membantu melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pengelolaan sampah di tiga gili," ujarnya.

Dari hasil diskusi, beberapa usulan kebutuhan yang diajukan. Antara lain kendaraan roda tiga untuk pengangkutan sampah, mesin pencacah ranting, serta mixer untuk mengaduk lumpur sampah organik hasil olahan.

Namun, pengelolaan sampah di kawasan wisata ini tidak hanya bergantung pada ketersediaan sarana,tetapi juga diiringi dengan perubahan perilaku masyarakat dan komitmen bersama antara pelaku usaha, warga, dan pemerintah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.