Fajar/Fikri Waspadai Persaingan Ketat Malaysia Open 2026

Rabu, 07 Jan 2026, 06:51 WIB

JAKARTA - Turnamen bulu tangkis Malaysia Open 2026 resmi menjadi penanda dimulainya kalender kompetisi dunia musim ini. Ajang bergengsi berlevel BWF Super 1000 tersebut digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, mulai Selasa (6/1) hingga Minggu (11/1). Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menyongsong turnamen pembuka itu dengan optimistis, sembari tetap mewaspadai ketatnya persaingan elite dunia.

Meski baru dipasangkan sekitar enam bulan, Fajar/Fikri menunjukkan perkembangan signifikan. Mereka kini menempati peringkat keenam dunia, sebuah modal berharga untuk memulai musim 2026. Namun, pasangan Merah Putih itu menilai peta persaingan ganda putra saat ini sangat terbuka dan tidak memberi ruang untuk lengah.

Ket. Foto: Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berlatih Jelang Malaysia Open 2026, di Kuala Lumpur, (6/1). — Sumber: Foto PP PBSI

Tahunini kembali dari nol-nol meskipun ranking masih membawa hasil dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, pasangan Korea Kim Won-ho/Seo Seung-jae yang menjadi nomor satu dunia meraih 11 gelar juara. “Tapi itu bukan berarti pasangan lain tidak bisa menghadapi mereka. Semua tergantung persiapan dan kesiapan,” ujar Fajar dalam keterangan resmi PBSI, Selasa (6/1).

Fikri menambahkan, dinamika ganda putra dunia akan semakin kompetitif dengan bermunculannya pasangan-pasangan baru, terutama dari kalangan pemain muda. Menurutnya, regenerasi yang cepat membuat persaingan kian sulit diprediksi. Di Indonesia ada Raymond/Joaquin. Dari negara lain, termasuk Malaysia, juga ada beberapa pasangan muda. Pasti akan ada gebrakan baru yang harus kami waspadai.

Di Malaysia Open 2026, Fajar/Fikri dijadwalkan mengawali langkah dengan menghadapi wakil Taiwan , Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen, pada babak 32 besar, Rabu (7/1). Fikri menyebut persiapan tim sejauh ini berjalan cukup baik, baik selama latihan di Tanah Air maupun saat adaptasi di Kuala Lumpur.

“Persiapannya sudah lumayan baik. Adaptasi lapangan juga cukup. Tinggal mempersiapkan mental dan pikiran untuk pertandingan. Semoga di tahun ini hasilnya minimal bisa sama bagusnya dengan enam bulan terakhir,” ujarnya.

Sementara itu, Fajar menilai kondisi lapangan Axiata Arena tidak jauh berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya. Dia hanya mencatat adanya sedikit pengaruh angin dari pendingin ruangan, sesuatu yang menurutnya lazim di turnamen kawasan Asia Tenggara.

“Ini jadi pertama kali saya berpasangan dengan Fikri bermain di Malaysia. Sekarang tinggal menjaga persiapan, pikiran, stamina, dan fokus. Apalagi ini awal tahun, semua lawan juga sudah menyiapkan diri dan pasti mengincar hasil maksimal,” ujar Fajar.

Mengawali musim 2026 dari posisi enam besar dunia menjadi motivasi tersendiri bagi Fajar/Fikri. Keduanya menargetkan bisa terus konsisten dan menembus peringkat lima, bahkan tiga besar dunia dalam waktu dekat.

Sementara itu, kabar kurang menggembirakan datang dari sektor ganda campuran. Pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu harus terhenti di babak 32 besar setelah kembali kalah dari wakil tuan rumah, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei.

Bertanding di Axiata Arena, Selasa sore WIB, Jafar/Felisha menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 12-21 dan 17-21. ben/G-1

  • Malaysia Open 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.