Pendidikan Jadi Prioritas Utama Bantul dalam Menyiapkan Generasi Unggul

Selasa, 06 Jan 2026, 18:55 WIB

BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam arah pembangunan daerah. Komitmen tersebut disampaikan di hadapan ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tenaga pendidik dan tenaga teknis pada apel pembinaan yang digelar di Lapangan Trirenggo, Selasa (6/1/2026).

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan, pendidikan memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Karena itu, sektor pendidikan dipastikan tetap menjadi fokus utama kebijakan daerah meski dihadapkan pada berbagai tantangan.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkab Bantul

“Di pundak para tenaga pendidik terkandung mimpi yang sangat mulia, yaitu mencerdaskan anak-anak Bantul agar mampu bersaing di dunia yang semakin kompetitif. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga pendidik menjadi sebuah keharusan,” tegasnya.

Memasuki tahun 2026, Bupati mengajak seluruh tenaga pendidik dan tenaga teknis untuk memperkuat transformasi pendidikan. Transformasi tersebut mencakup peningkatan kedisiplinan, pembentukan karakter, serta penguatan kapasitas profesional agar mampu beradaptasi dengan perkembangan metode pembelajaran yang semakin maju dan berbasis teknologi.

Dalam arahannya, Bupati juga menekankan tiga fokus utama kebijakan pendidikan di Bantul. Pertama, meningkatkan keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak. Kedua, memberikan perhatian khusus kepada peserta didik yang tertinggal, baik dari sisi akademik maupun karakter. Ketiga, memperbaiki metodologi pembelajaran agar proses belajar mengajar berlangsung lebih efektif.

Selain kualitas pembelajaran, integritas tenaga pendidik juga menjadi perhatian serius. Bupati mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan harus dijaga, terutama di tengah tantangan era digital.

“Saudara-saudara telah dipercaya oleh negara untuk membina anak-anak Bantul dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ini adalah kepercayaan yang luar biasa dan harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Sebagai bentuk keberpihakan nyata pada sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Bantul menetapkan kebijakan peningkatan kesejahteraan guru mulai 2026 dengan penghasilan minimal setara Upah Minimum Kabupaten (UMK). Kebijakan tersebut dibarengi dengan tuntutan peningkatan kinerja, profesionalisme, serta evaluasi dan monitoring secara berkelanjutan oleh Disdikpora dan BKPSDM.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut telah dihitung berdasarkan kemampuan anggaran daerah.

“Mereka harus sejahtera bersama dan salah satu tolak ukur kesejahteraan adalah dengan UMK. Total yang PPPK penuh waktu dan paruh waktu ada 3.168, dibagi guru PPPK paruh dan PPPK penuh sebanyak 2.304, tenaga teknis kependidikan 864,” beber Nugroho.

Apel pembinaan tersebut diikuti ribuan PPPK tenaga pendidik dan tenaga teknis di lingkungan Disdikpora Kabupaten Bantul. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi kinerja sepanjang 2025 sekaligus konsolidasi untuk memastikan kebijakan pendidikan 2026 tetap berpihak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sepanjang 2025, Kabupaten Bantul mencatat sejumlah capaian strategis, antara lain mempertahankan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan predikat A, meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kali berturut-turut, menyandang status Kabupaten Layak Anak kategori Utama, serta ditetapkan sebagai Kabupaten Terinovatif di Indonesia.

“Capaian ini patut kita syukuri bersama. Namun, prestasi tersebut juga menjadi beban dan tanggung jawab untuk kita pertahankan bahkan tingkatkan. Di sisi lain, tahun 2025 juga menyisakan berbagai catatan dan kelemahan yang harus kita perbaiki pada tahun 2026,” tutur Bupati.

Menutup arahannya, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bantul tidak akan mentolerir pelanggaran dalam dunia pendidikan. Ia mengingatkan agar kejadian tidak terpuji yang sempat terjadi pada 2025 tidak kembali terulang.

“Masa depan anak-anak Bantul ada di tangan saudara semua. Bersyukurlah, bersabarlah, dan jalankan amanah ini sebagai insan peradaban yang menghantarkan generasi masa depan menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.