Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemen-P2MI dan ILO Susun Peta Jalan Reintegrasi Pekerja Migran Indonesia

📅 Selasa, 06 Jan 2026, 09:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemen-P2MI dan ILO Susun Peta Jalan Reintegrasi Pekerja Migran Indonesia Doc: Kemen-P2MI
Ket. Wakil Menteri P2MI Christina Aryani (tengah kiri) dengan Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Simrin Singh (tengah kanan), di Jakarta, Senin (5/1/2026).

JAKARTA - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemen-P2MI) dan Organisasi Buruh Internasional (ILO) akan menyusun peta jalan (roadmap) reintegrasi bagi pekerja migran Indonesia (PMI) pasca-kepulangan mereka.

Komitmen tersebut dibahas pada pertemuan Wakil Menteri P2MI Christina Aryani dengan Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Simrin Singh, di Jakarta, Senin (5/1).

"Roadmap reintegrasi ini penting untuk memastikan PMI tidak hanya terlindungi saat bekerja di luar negeri, tetapi juga memiliki kepastian masa depan ketika kembali ke tanah air baik melalui wirausaha, bekerja di pasar kerja dalam negeri atau opsi lainnya," kata wamen sebagaimana siaran pers Kemen-P2MI di Jakarta, Senin.

Christina mengatakan penyusunan peta jalan tersebut memerlukan pemetaan yang jelas, termasuk peran kementerian/lembaga terkait, bentuk kolaborasi dengan pemerintah daerah, serta skema implementasi yang realistis agar dapat dijalankan secara berkelanjutan.​​​​​​​

Christina juga menyoroti peran Migrant Workers Resource Center (MWRC) yang selama ini didukung ILO dan telah diadopsi dalam layanan terpadu seperti Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) dan Mal Pelayanan Publik di sejumlah daerah, salah satunya di Cirebon, Jawa Barat, yang sudah berjalan baik dan diakses masyarakat.

"Model layanan ini, efektif mendukung migrasi aman sekaligus dapat menjadi bagian penting dari ekosistem roadmap reintegrasi," katanya.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas isu pelindungan Anak Buah Kapal (ABK) migran yang memiliki tantangan khusus, sehingga diperlukan penguatan kapasitas dan pertukaran pengetahuan dengan negara-negara penempatan pekerja migran yang telah memiliki praktek baik.

Tujuannya adalah untuk memperkuat tata kelola pelindungan ABK yang bekerja di kapal berbendera asing dan beroperasi di tengah laut.

"ABK ini memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks. Karena itu, kami melihat pentingnya pembelajaran dari negara lain agar pelindungan bisa diimplementasikan lebih baik," katanya.

Sementara itu, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Simrin Singh mengatakan ILO berkomitmen mendukung Indonesia dalam penyusunan peta jalan reintegrasi sebagai prioritas kerja sama pada 2026.

Menurutnya, peta jalan itu juga akan memperkuat koordinasi penanganan kasus eksploitasi pekerja migran di tingkat daerah, tidak hanya bagi pekerja migran, namun juga keluarga dan anak-anak yang ditinggalkan.

"Dengan roadmap yang reintegrasi ini, respons terhadap isu pekerja migran bisa dilakukan secara lebih sistematis, berkelanjutan, dan berdampak nyata," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.