Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gajah Liar Teror Permukiman, Dua Pekan Warga Aceh Jaya Ronda Malam

📅 Selasa, 06 Jan 2026, 20:48 WIB | Oleh:
Gajah Liar Teror Permukiman, Dua Pekan Warga Aceh Jaya Ronda Malam Doc: ANTARA/Syifa Yulinnas
Ket. Seorang warga memperlihatkan kebun kelapa sawit yang dirusak kawanan gajah liar di Desa Canggai, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Rabu (24/7).

BANDA ACEH - Ancaman gajah liar membuat warga Desa Blang Monlung, Kabupaten Aceh Jaya, harus berjaga setiap malam selama dua pekan terakhir demi mencegah satwa tersebut masuk ke permukiman dan kebun warga.

"Sudah 12 hari kami melakukan ronda bersama untuk menghalau gajah yang akan masuk ke permukiman dan perkebunan kami," kata seorang warga setempat Hasrizal, di Aceh Jaya, Selasa.

Menurut dia, gajah-gajah tersebut mulai mendekat ke permukiman. "Kami gelisah takut gajah masuk ke permukiman kami," ujarnya.

Hasrizal menambahkan, akibat dari mendekatnya gajah-gajah tersebut, sejumlah tanaman warga baik  sawit dan maupun pisang rusak.

"Selama ini kami hanya mengandalkan alat seadanya dengan cara menghalau bersama termasuk dengan mercon yang kami beli swadaya," katanya.

Ia berharap pihak terkait baik Polisi Hutan (Polhut) maupun BKSDA dapat membantu agar gajah tersebut bisa keluar dari wilayahnya, karena selama ini juga sudah mulai masuk ke desa lainnya.

"Kami sangat berharap agar pihak terkait segera menghalau gajah tersebut karena sudah sangat meresahkan warga," ujar Hasrizal.

Sementara itu, Kepala BKSDA Aceh Jaya Supriadi menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima laporan warga terkait kekhawatiran gajah masuk ke permukiman tersebut.

"Untuk informasi sudah kita terima terkait gajah masuk kebun warga di Blang Monlung, dan hari ini sudah kita salurkan mercon kepada warga," katanya.

Ia menambahkan, sebelumnya stok mercon dari mereka sempat habis karena disebabkan banjir di wilayah Aceh, sehingga tidak bisa disalurkan, dan kini sudah tersedia kembali.

"Untuk tahap awal kita salurkan mercon dulu kalau nanti gajah tersebut tidak keluar maka akan kita turunkan tim, karena saat ini sejumlah tim kita juga sedang berada di luar daerah di wilayah banjir," kata Supriadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.