Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Junta Myanmar Klaim Tingkat Partisipasi Pemilih pada Fase Pertama Pemilu Capai 52%

2 Kamis, 01 Jan 2026, 00:07 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Junta Myanmar Klaim Tingkat Partisipasi Pemilih pada Fase Pertama Pemilu Capai 52%  Junta Myanmar Klaim Tingkat Partisipasi Pemilih pada Fase Pertama Pemilu Capai 52%  Doc: ANTARA/Reuters

YANGON - Junta Myanmar mengatakan bahwa sedikit lebih dari setengah dari pemilih yang memenuhi syarat telah memberikan suara mereka dalam fase pertama dari pemilihan nasional tiga tahap selama akhir pekan, angka yang jauh lebih rendah daripada dua pemilihan sebelumnya.

Pemilu ini adalah yang pertama sejak kudeta tahun 2021 dan berlangsung di tengah perang saudara. Para analis memperkirakan Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan yang bersekutu dengan militer, yang dipimpin oleh para jenderal purnawirawan, akan kembali berkuasa.

Perserikatan Bangsa-Bangsa, beberapa negara Barat, dan kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa pemilu tersebut tidak bebas, adil, atau kredibel, mengingat partai-partai politik antijunta tidak ikut serta dan mengkritik pemilu adalah ilegal.

Zaw Min Tun, juru bicara junta, mengatakan kepada media pemerintah bahwa lebih dari enam juta orang, atau 52,13 persen dari pemilih terdaftar, telah memberikan suara pada hari Minggu (28/12) di 102 kota.

"Bahkan di negara-negara demokrasi maju, ada situasi di mana tingkat partisipasi pemilih tidak melebihi 50 persen," kata Zaw Min Tun, seraya menambahkan bahwa tingkat partisipasi tersebut merupakan sumber kebanggaan.

Tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan umum Myanmar tahun 2020 dan 2015 mencapai sekitar 70 persen, menurut International Foundation for Electoral Systems, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di AS.

Putaran pemungutan suara selanjutnya akan diadakan pada tanggal 11 Januari dan 25 Januari, mencakup 265 dari 330 kota di Myanmar, meskipun junta tidak memiliki kendali penuh atas semua wilayah tersebut.

Kerangka hukum junta untuk pemilihan umum tidak memiliki persyaratan jumlah pemilih minimum, kata kelompok pemantau pemilu Asian Network for Free Elections.

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi, yang digulingkan oleh militer beberapa bulan setelah Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpinnya memenangkan pemilihan umum 2020, masih ditahan dan partai yang dipimpinnya telah dibubarkan. ils/CNA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Advertisement
Membanggakan! Tiwi/Fadia Juara Hylo Open 2026, Indonesia Bawa Pulang Satu Gelar dari Jerman

Membanggakan! Tiwi/Fadia Juara Hylo Open 2026, Indonesia Bawa Pulang Satu Gelar dari Jerman

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.