- Home
-
- Luar Negeri
-
- Filipina Hadang Kapal Ti...
Filipina Hadang Kapal Tiongkok di Lepas Pantai Provinsi Utara
Kamis, 01 Jan 2026, 01:00 WIBMANILA - Penjaga Pantai Filipina mengatakan telah mengerahkan sebuah pesawat pada Selasa (30/12) lalu untuk menghadang kapal penelitian Tiongkok yang berfungsi sebagai pangkalan bagi kapal selam setelah kapal tersebut terlihat sekitar 19 mil laut (sekitar 35 km) dari lepas pantai Provinsi Cagayan bagian utara.
âPilot tersebut mengeluarkan beberapa panggilan radio kepada CRV Tan Suo Er Hao untuk memastikan apakah kapal tersebut melakukan penelitian kelautan tanpa persetujuan Manila, yang akan melanggar hukum Filipina dan internasional, tetapi tidak menerima tanggapan,â kata Penjaga Pantai Filipina (PCG) dalam sebuah pernyataan.
Kapal penelitian laut dalam sepanjang 87,25 meter itu, yang meninggalkan Provinsi Hainan, Tiongkok, awal bulan ini dan memasuki bagian barat Zona Ekonomi Eksklusif Filipina, kemudian dipantau bergerak ke arah timur sekitar 55,8 mil laut dari Santa Ana, Cagayan, kata PCG.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa kapal penelitian Tiongkok tersebut terdeteksi melalui sistem Deteksi Kapal Gelap berbasis satelit milik Kanada.
Cagayan, provinsi paling utara Luzon yang dekat dengan Taiwan, menjadi lokasi salah satu dari sembilan pangkalan militer yang dapat diakses oleh pasukan AS berdasarkan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang Ditingkatkan (Enhanced Defence Cooperation Agreement/EDCA).
Kedutaan Besar Tiongkok di Manila mengatakan bahwa kapal tersebut sedang melakukan manuver normal. Mereka menambahkan bahwa Tiongkok tidak mengakui beberapa hukum maritim domestik Filipina, dan berdasarkan hukum internasional, memiliki hak untuk melewati perairan tersebut sebagai bagian dari jalur maritim.
Pada Selasa, Tiongkok menggelar latihan perang di sekitar Taiwan, menembakkan roket ke perairan sekitarnya dan mensimulasikan serangan dan blokade dalam latihan yang disebut "Misi Keadilan 2025", yang diluncurkan beberapa hari setelah Washington DC mengumumkan paket persenjataan senilai US$11,1 miliar untuk Taipei.
Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro, mengatakan Manila sangat prihatin atas tindakan militer dan Penjaga Pantai Tongkok di sekitar Taiwan, dan mengatakan tindakan tersebut merusak perdamaian dan stabilitas regional.
"Peningkatan skala paksaan ini memiliki implikasi yang meluas melampaui hubungan lintas Selat dan ke dalam komunitas Indo-Pasifik yang lebih luas," kata dia dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu. ils/CNA/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Korban Tewas Gempa Filipina Meningkat Jadi 46 Orang
-
Pengusaha Pengantaran Komit untuk Mengikuti Aturan Bonus Hari Raya untuk Ojol
-
Karhutla Mengancam Natuna, Lanud RSA Aktifkan Posko Udara Siaga Darurat
-
Bangkit di Ganda, Janice Tjen/Katarzyna Piter Tantang Unggulan Keempat di Perempat Final Merida Open
-
Michael Carrick Tetap Puji Permainan MU meski Kalah dari Leeds
-
Indonesia Bidik Lompatan Ekonomi, Komoditas Mentah Terancam Disetop
-
FIFA Yakin Meksiko Siap Gelar Piala Dunia di Tengah Situasi Keamanan Memanas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.