Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

11 Lagu yang Terinspirasi oleh Brigitte Bardot, dari Karya Bob Dylan hingga Chappell Roan

📅 Senin, 29 Des 2025, 10:50 WIB | Oleh:
11 Lagu yang Terinspirasi oleh Brigitte Bardot, dari Karya Bob Dylan hingga Chappell Roan Doc: AP
Ket. Brigitte Bardot berpose di hadapan fotografer di sebuah taman hotel di Venice, Italia pada tahun 1958.

Brigitte Bardot, selain menjadi simbol seks Prancis tahun 1960-an, aktris, penyanyi, dan aktivis kesejahteraan hewan, ia juga menjadi inspirasi bagi banyak orang — khususnya para musisi.

Namanya, dengan irama aliteratifnya, menjadi identik dengan kecantikan klasik. Dalam lagu, Bardot seringkali bukan Bardot sang wanita, tetapi simbol hasrat — singkatan dari wanita yang mempesona. Beberapa dekade setelah puncak ketenarannya di layar lebar, para penyanyi kontemporer terus melantunkan namanya.

Mungkin bukan warisan utamanya, tetapi Bardot, yang meninggal pada hari Minggu, 28 Desember 2025 di Prancis selatan, akan tetap hidup melalui lagu-lagu yang menyebut namanya di berbagai genre dan bahasa. Berikut yang diringkas dari Associated Press.

1. "I Shall Be Free," Bob Dylan (1963)

Lagu terakhir dari album klasik “The Freewheelin’ Bob Dylan” ini menunjukkan kefasihan bicara Dylan yang luar biasa dan gaya folk yang elastis. “Well, my telephone rang it would not stop / It’s President Kennedy callin’ me up / He said, My friend, Bob, what do we need to make the country grow? I said my friend, John, Brigitte Bardot,” he sings. “Anita Ekberg / Sophia Loren / Country’ll grow.”

2. “Alegria, Alegria,” Caetano Veloso (1967)

Seniman Brasil Caetano Veloso menggubah lagu protes ini di awal gerakan tropicalismo; lagu ini menjadi ciri khas kariernya dan salah satu lagu Brasil paling terkenal sepanjang masa. Di dalamnya, dia menyanyikan, “Em caras de presidenes / Em grandes beijos de amor / Em dentes, pernas, bandeiras / Bomba e Brigitte Bardot” (“Di hadapan para presiden / Dalam ciuman cinta yang besar / Di gigi, kaki, bendera / Bom dan Brigitte Bardot”).

3. “Bonnie and Clyde,” Serge Gainsbourg dan Brigitte Bardot (1968)

Sebagai arsitek utama musik pop Prancis, penyanyi Serge Gainsbourg menulis lagu duet ini untuk dirinya sendiri dan Bardot. Lagu ini terinspirasi dari puisi yang ditulis oleh penjahat Bonnie Parker, berjudul “The Trail’s End,” tak lama sebelum ia dan pasangannya, Clyde Barrow, terbunuh.

4. “I Think I’m Going to Kill Myself,” Elton John (1972)

Piano yang riang dan melodi vokal Elton John, semuanya untuk sebuah lagu dengan judul yang kurang optimistis. John menyanyikan lirik dari penulis lirik lamanya, Bernie Taupin: “I’d make an exception / If you want to save my life / Brigitte Bardot gotta come / And see me every night.”

5. “Message of Love,” The Pretenders (1981)

The Pretenders sedikit banyak memahami kekuatan sosial Bardot. Chrissie Hynde, penulis lagu utama dan vokalis band rock Inggris itu, bernyanyi: “When love walks in the room / Everybody stand up / Oh, it’s good, good, good / Like Brigitte Bardot.”

6. “We Didn’t Start the Fire,” Billy Joel (1989)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.