BNPB Ungkap Upaya Pemulihan Infrastruktur Transportasi Aceh Hampir Rampung

Minggu, 28 Des 2025, 19:20 WIB

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pemulihan infrastruktur transportasi di wilayah terdampak bencana di Aceh menunjukkan progres signifikan. Sejumlah ruas jalan dan jembatan utama kini kembali fungsional mendukung kelancaran mobilitas warga dan distribusi logistik.

“Memang masih ada beberapa titik, tetapi secara keseluruhan progresnya sangat baik dan sesuai dengan target Kementerian PU. Dari lima titik jembatan yang dikerjakan, empat sudah fungsional dan satu titik masih dalam proses pengerjaan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari saat konferensi pers di Jakarta, Minggu (28/12).

Ket. Foto: Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari — Sumber: YouTube BNPB

Ia menambahkan, untuk jembatan yang sempat terputus, saat ini masih terdapat tiga jembatan yang dikerjakan. Namun demikian, Abdul Muhari menjelaskan seluruhnya sudah dapat dilalui melalui jalur alternatif.

“Untuk jembatan terputus memang masih ada tiga yang dikerjakan. Tetapi semuanya sudah fungsional dengan pengalihan jalur,” ujar dia.

Sementara, pada jalur Lintas Tengah yang menghubungkan Bireuen, Takengon, Gayo Lues, hingga Kutacane, masih terdapat beberapa titik pekerjaan. BNPB menargetkan seluruh pengerjaan tersebut dapat diselesaikan pada akhir Desember 2025.

“Untuk Lintas Tengah masih ada beberapa titik yang dikerjakan. Kita harapkan akhir Desember ini seluruhnya sudah selesai,” kata Abdul Muhari.

Berdasarkan rekapitulasi Kementerian PU,progres penanganan longsor dan perbaikan jalan telah mendekati target. Ia menyebut penanganan longsor mencapai 89 persen, longsoran tebing 96 persen, badan jalan 75 persen, dan jalan putus 80 persen.

“Artinya kita semakin dekat dengan target yang sudah ditetapkan, dan seluruh proses masih berjalan sesuai perencanaan. Kita harapkan akhir Desember ini sektor infrastruktur perhubungan sudah selesai,” kata Abdul Muhari menutup.

Sementara, pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Sumatra. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

“Untuk hunian sementara dan hunian tetap sudah mulai berjalan dan terus kita percepat. Tantangan utamanya memang pada penyiapan lahan,” kata Pratikno. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.