Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jawa, Bali dan Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Masih Diguyur Hujan Sepekan Ke Depan

📅 Kamis, 25 Des 2025, 00:36 WIB | Oleh:
Jawa, Bali dan Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Masih Diguyur Hujan Sepekan Ke Depan Doc: Istimewa
Ket. Alat berat yang dikerahkan untuk pembersihan sisa banjir bandang di Aceh.

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan untuk sepekan ke depan, hujan masih mengguyur wilayah terdampak bencana baru-baru ini di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Namun, intensitas hujan tergolong ringan, yakni kurang dari 20 milimeter per hari.

“Terdapat beberapa wilayah di Kabupaten di Aceh yang berada pada kategori kuning, yang berarti hujan sedang. Meski demikian, secara umum kondisi di wilayah Aceh masih relatif kondusif untuk sepekan ke depan,” kata Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, lewat keterangan tertulis, Rabu (24/12).

Untuk Sumatera Utara, pola cuacanya relatif sama, yaitu secara umum kondusif, dengan beberapa wilayah dan tanggal tertentu yang perlu diwaspadai potensi hujan sedang hingga lebat. Demikian pula untuk Sumatera Barat. 

"Secara umum, ketiga provinsi terdampak ini, alhamdulillah, dalam sepekan ke depan berada pada kondisi yang relatif kondusif,” katanya.

Kondisi ini juga didukung oleh operasi modifikasi cuaca yang dilakukan bersama BNPB. BMKG terus memantau dinamika cuaca karena sifatnya yang sangat dinamis.

"Apabila terjadi perubahan signifikan, maka operasi modifikasi cuaca akan diaktifkan untuk menurunkan intensitas hujan, sehingga proses recovery di lapangan tidak terkendala oleh cuaca,” ujarnya.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menjelang peringatan Natal 2025 dan tahun baru 2026. BMKG memprediksi terjadi peningkatan curah hujan karena sudah masuk masa aktif monsun Asia, yaitu sistem yang membawa suplai massa udara basah dari wilayah Asia.

Wilayah-wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Sumatera bagian selatan, termasuk Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung, kemudian Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Papua Selatan, serta sebagian Sulawesi Selatan dan Maluku. 

"Pada periode menjelang Natal, khususnya minggu ketiga Desember hingga awal Januari, secara klimatologis memang terjadi peningkatan curah hujan,” kata Andri. 

Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, longsor, dan gelombang tinggi, terutama di wilayah rawan bencana, perbukitan, dan wilayah pesisir.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara. Termasuk, kegiatan luar ruang seperti ibadah, wisata, dan perayaan malam pergantian tahun. 

Selanjutnya, kata Andri, saat ini BMKG memantau di wilayah Indonesia masih ada siklon tropis yang aktif, yakni Siklon Tropis Grant. Siklon ini merupakan perkembangan dari bibit siklon tropis 93S. 

"Namun, hal ini tidak perlu dirisaukan. Siklon Tropis Green bergerak menjauhi wilayah Indonesia, sehingga tidak berdampak langsung terhadap kondisi cuaca di Indonesia,” kata Andri.

Meski begitu, pergerakan Siklon Tropis Grant ini meningkatkan kecepatan angin dan gelombang tinggi, khususnya di wilayah barat Bengkulu, Lampung, selatan Banten, termasuk wilayah penyeberangan Selat Sunda bagian selatan, serta selatan Jawa mulai dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
BPBD DKI Jakarta Lakukan Op...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.