Menyejahterakan Petani, Kunci Pembangunan Daerah Berkelanjutan

Rabu, 24 Des 2025, 00:00 WIB

Kesejahteraan petani menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah berkelanjutan, karena sektor pertanian tak hanya menopang ekonomi lokal, tetapi juga menjaga ketahanan pangan dan stabilitas sosial.

TULANG BAWANG BARAT – Kesejahteraan warga menjadi masalah utama di beberapa wilayah di Indonesia. Karena itu, pemerintah daerah (pemda) harus rajin turun ke masyarakat untuk melihat persoalan nyata warganya.

Ket. Foto: Sosialisasi Kemitraan Tebu yang diselenggarakan Sugar Group Companies (SGC) di Kantor Tiyuh Margo Mulyo, Kecamatan Tumi Jajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung, Selasa (23/12). — Sumber: KORAN JAKARTA/MSS

Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencermati persoalan pertanian yang dihadapi daerah. Terlebih lagi, tekanan yang dialami petani akibat anjloknya harga singkong.

“Kita tahu saat ini petani lagi terpuruk karena singkong yang ditanam harganya lagi turun. Ini harus dicarikan solusinya,” kata Wakil Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Nadirsyah saat membuka Sosialisasi Kemitraan Tebu yang diselenggarakan Sugar Group Companies (SGC) di Kantor Tiyuh Margo Mulyo, Tumi Jajar, Tubaba, Selasa (23/12).

Menurut Nadirsyah, tawaran kemitraan tebu yang disampaikan SGC layak mendapat respons positif dari petani, terutama di tengah kondisi harga singkong yang mengalami penurunan tajam. Dia menilai kemitraan tersebut dapat menjadi usaha yang lebih menjanjikan sekaligus membantu petani mengurangi ketergantungan pada komoditas yang tengah tertekan harganya, terutama singkong.

“Kemitraan tebu SGC ini solusinya.Saya yakin kalau petani ganti menanam tebu, kesejahteraannya akan meningkat. Majunya Tubaba adalah sejahtera petaninya. Mustahil Tubaba maju kalau petaninya tidak sejahtera,” kata Nadirsyah.

Dia berharap, masyarakat petani yang hadir dalam sosialisasi, menyebarkan kabar baik kepada petani lain yang berhalangan hadir.“Tidak semua warga bisa kita undang. Karena itu yang sudah hadir di Kantor Tiyuh ini, menyebarkan kabar baik kemitraan tebu SGC ke tetangga atau kerabatnya,” katanya.

Sementara itu, perwakilan SGC, Saeful Hidayat menegaskan petani tak perlu ragu menjalin kemitraan tebu. Dia menyampaikan stabilitas harga tebu relatif lebih terjaga karena komoditas tersebut merupakan bahan baku utama gula pasir, yang termasuk dalam sembilan bahan pokok (sembako) dan berada dalam pengawasan pemerintah.

Menurutnya, kondisi ini memberi kepastian pasar dan prospek usaha yang lebih aman bagi petani. “Kebutuhan gula nasional saat ini sebesar 7 juta ton.Sementara produksi nasional hanya 3 juta ton.Jadi kita masih kekurangan gula dalam jumlah yang sangat besar.Dengan kondisi ini, tidak ada alasan harga tebu anjlok,” katanya.

Bimbingan Teknis

Saeful menjelaskan, melalui skema kemitraan dengan SGC, petani yang telah terdaftar akan memperoleh pendampingan teknis secara menyeluruh. Bimbingan tersebut mencakup seluruh tahapan budi daya tebu, mulai dari persiapan lahan, penanaman, perawatan, hingga proses panen. Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas dan memastikan hasil tebu yang optimal.

“Kalau mengikuti bimbingan teknis yang kami lakukan, saya yakin tebu yang dihasilkan akan baik,” katanya.

Bimbingan teknis akan dilakukan dua kali seminggu. Kelasnya kecil, sekitar 10 orang supaya proses transfer pengetahuan bisa maksimal. “Keahlian harus ditransfer, bukan untuk disimpan.Itulah keunggulan kemitraan tebu SGC.Semua ilmu ditransfer supaya mempercepat hilirisasi tanaman tebu,” tegas Saeful.

  • kemitraan tebu

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: M. Selamet Susanto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.