Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ribuan Hektare Lahan Perkebunan di Aceh Timur Rusak Akibat Banjir

📅 Selasa, 23 Des 2025, 13:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ribuan Hektare Lahan Perkebunan di Aceh Timur Rusak Akibat Banjir Doc: Pemkab Aceh Timur
Ket. Tim Pemkab Aceh Timur menerobos lumpur menyalurkan bantuan untuk korban banjir di wilayah pedalaman di Aceh Timur, Selasa (2/12/2025).

ACEH TIMUR - Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur mencatat ribuan hektare lahan perkebunan terdampak, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari sedang hingga berat akibat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Timur.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur Murdhani di Aceh Timur, Senin (22/12), mengatakan ada seluas 5.060 hektare lahan perkebunan yang terdampak dan sebagian besar merupakan lahan peremajaan sawit rakyat yang tersebar di berbagai kecamatan.

"Berdasarkan pendataan sementara, lahan peremajaan sawit rakyat mendominasi wilayah terdampak banjir. Total luasan yang mengalami kerusakan cukup besar mencapai 4.510 hektare," katanya.

Murdhani menyebutkan banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi pada akhir November 2025 menyebabkan genangan cukup lama, sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman dan merusak struktur tanah perkebunan.

Dia merincikan di Kecamatan Birem Bayeun terdapat sekitar 250 hektare lahan peremajaan sawit rakyat yang mengalami rusak sedang. Sementara, di Kecamatan Rantau Selamat, kerusakan mencapai 200 hektare.

Berikutnya, kerusakan perkebunan di Kecamatan Ranto Peureulak dan Banda Alam, masing-masing mencapai 550 hektare. Di Kecamatan Peureulak mengalami kerusakan lahan sawit seluas 450 hektare.

Selanjutnya, Peureulak Timur seluas 150 hektare, Idi Tunong sekitar 375 hektare, dan Julok mencapai 160 hektare. Serta di Kecamatan Indra Makmu mencapai 750 hektare.

Di Pante Bidari tercatat perkebunan rusak mencapai 555 hektare dan Kecamatan Peunaron seluas 890 hektare lahan sawit rakyat yang rusak akibat banjir.

Tak hanya sawit, banjir juga berdampak pada perkebunan kakao seperti di Kecamatan Pante Bidari seluas 90 hektare. Sedangkan di Kecamatan Peunaron ada 50 hektare lahan kakao rusak berat. Sementara di Kecamatan Indra Makmu, lahan kakao rusak sedang seluas 40 hektare.

"Kerusakan lahan perkebunan ini berpotensi menurunkan produktivitas petani dalam jangka menengah hingga panjang. Selain kerusakan fisik tanaman, banjir juga menyebabkan erosi tanah, rusaknya saluran kebun, serta hilangnya unsur hara yang dibutuhkan tanaman," katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut tentu berdampak pada pendapatan petani. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan mendata lanjutan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyusun langkah pemulihan, termasuk kemungkinan bantuan benih, perbaikan lahan, serta pendampingan teknis bagi petani.

"Kami berkomitmen untuk mendorong percepatan pemulihan sektor perkebunan agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal pascabencana," kata Murdhani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.