Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertamina Modifikasi Sumur Gas Jadi Listrik untuk Penyintas Banjir Aceh

📅 Senin, 22 Des 2025, 17:08 WIB | Oleh:
Pertamina Modifikasi Sumur Gas Jadi Listrik untuk Penyintas Banjir Aceh Doc: ANTARA/HO-Bakom RI
Ket. Penyintas banjir di Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, mengisi ponsel mereka menggunakan energi listrik yang dihasilkan dari Rig PDSI#19.1.

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengonversi sumur penghasil gas bumi di Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, menjadi sumber energi listrik bagi kebutuhan penyintas banjir di wilayah setempat.

Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/12), menyebut bahwa sumber listrik yang dimanfaatkan warga itu berasal dari Rig PDSI#19.1.

"Sejak awal bencana, listrik dan sinyal mati. Padahal warga sangat membutuhkan ponsel untuk mengabarkan kondisi mereka kepada keluarga. Kami hanya berusaha membantu sebisanya," kata Rig Superintendent Pertamina Drilling, Surya Budiman.  

Ia menjelaskan sumur penghasil gas bumi yang dioperasikan oleh Pertamina Drilling, sebenarnya sempat berhenti beroperasi sejak 26 November 2025 akibat cuaca ekstrem dan dampak bencana. 

Meski aktivitas pengeboran sempat terhenti, kata Surya, fasilitas di sekitar Rig kemudian dimanfaatkan sebagai sumber listrik darurat bagi warga sekitar.

Rig PDSI#19.1 sendiri mulai kembali beroperasi normal pada 16 Desember 2025. Tapi, akses pengisian daya bagi warga tetap dibuka dengan penerapan protokol keselamatan yang ketat dan berada di luar area kerja utama.  

Dalam keterangan itu dilaporkan bahwa suasana malam hari di Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, kini menjadi ruang berkumpul warga terdampak bencana untuk memperoleh pasokan listrik.

"Di tanah berpasir, di bawah cahaya seadanya, warga dari berbagai usia duduk berkelompok sambil menatap layar ponsel mereka," demikian petikan keterangan Bakom RI.

Dari sumber energi itu, ada yang mengisi daya telepon genggam, ada yang menyalakan lampu darurat, ada pula yang sekadar menggulir pesan untuk memastikan kabar keluarga di tempat lain.

Bakom RI menyebut bahwa sejak banjir bandang melanda wilayah tersebut, aliran listrik dan sinyal komunikasi sulit. Kondisi itu membuat warga kesulitan menghubungi kerabat maupun menyampaikan kabar keselamatan.

"Begitu mendengar adanya sumber listrik yang bisa dimanfaatkan pada malam hari, warga dari enam desa yakni Alur Batu, Alur Cucur, Alur Manis, Landu, Tempel, dan Lumpuran, datang berbondong-bondong," ujar pernyataan Bakom RI.

Bagi Siti (38), keberadaan listrik sementara ini menjadi penyambung komunikasi yang sangat berarti.

“HP saya sudah mati dua hari. Kami tidak bisa hubungi saudara sama sekali. Begitu dengar bisa ngecas di sini, rasanya seperti dapat kabar baik,” ujarnya.

Rahmad (45) juga merasakan hal serupa. Ia membawa lampu darurat yang selama ini menjadi satu-satunya penerangan di rumahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.