Balai Bahasa Kalsel Raih Predikat A Akuntabilitas Kinerja Pemerintah

Senin, 22 Des 2025, 11:55 WIB

BANJARBARU – Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meraih predikat A akuntabilitas kinerja instansi pemerintah meskipun efisiensi anggaran terpangkas Rp1,5 miliar pada 2025.

"Alhamdulillah, kami berhasil melakukan pencapaian kinerja 100 persen sepanjang 2025 meskipun dengan pagu anggaran yang dikelola  hanya sebesar Rp8,8 miliar," ucap Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Armiati Rasyid, di Banjarbaru, Senin(22/12).

Ket. Foto: Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Taklimat Media capaian kinerja dalam meningkatkan kualitas kebahasaan dan kesastraan, di Banjarbaru, beberapa waktu lalu. — Sumber: ANTARA

Armiati Rasyid mengatakan meskipun ada efisiensi anggaran, tim tetap berkomitmen untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

 "Kami berusaha semaksimal mungkin agar penggunaan anggaran lebih optimal melalui strategi kolaborasi dan kerja sama baik dengan mitra kerja," ucapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan kerja sama dilakukan baik dengan. pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan lainnya supaya program yang disampaikan bisa dilakukan bukan hanya melalui anggaran dari balai saja, melainkan ada berbagi anggaran dengan pemerintah daerah maupun mitra kerja 

Dia menyebutkan, pada 2026 pihaknya akan menghadapi efisiensi anggaran yang lebih besar, yaitu sebesar Rp3 miliar dari pagu Rp10 miliar. 

Namun, Armiati tetap optimistis dengan kolaborasi yang semakin mantap dan mengurangi biaya tidak terlalu penting,  target pastinya akan dapat tercapai dengan baik.

"Kami telah mencapai target 64 persen untuk persentase peserta didik yang meningkat kualitas literasi membacanya. Hal ini dicapai melalui kegiatan pelatihan  yang diberikan kepada siswa SD, SMP, dan SMA dari 20 sekolah," ucapnya.

Meski demikian, terang dia, pihaknya masih memiliki PR besar untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa pada 2026. 

"Mereka masih malu untuk tampil di depan umum, dan mereka sudah terpapar gawai sehingga kegiatan membaca buku bukanlah hal menarik buat mereka," katanya.

Disamping itu, pihaknya juga telah menghasilkan 194 judul buku yang sudah memiliki ISBN dan siap digunakan oleh anak-anak.

Namun, ada peraturan terbaru yang mengharuskan buku-buku tersebut melalui tahapan penilaian sebelum dapat digunakan.

Kepala Balai Bahasa Kalsel berharap bahwa dengan kolaborasi yang semakin mantap, pihaknya dapat mencapai target yang telah ditetapkan dan meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa di Kalimantan Selatan.

  • Balai Bahasa Kalsel

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.