Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ribuan Warga Agam Belum Kembali, Pengungsi Capai 3.878 Orang

📅 Minggu, 21 Des 2025, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ribuan Warga Agam Belum Kembali, Pengungsi Capai 3.878 Orang Doc: Antara
Ket. Sekelompok pengungsi sedang berada di pengungsian di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu (20/12).

Lubuk Basung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) mencatatkan sebanyak 3.878 warga kabupaten itu masih mengungsi dampak bencana hidrometeorologi terjadi beberapa Minggu lalu.

"Ke 3.878 warga yang mengungsi akibat rumahnya rusak, berada di zona merah dan lainnya," kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Minggu (21/12).

Ia mengatakan ke 3.878 warga mengungsi itu tersebar di Kecamatan Palembayan 1.023 orang, Palupuh 198 orang, Tanjung Raya 2.118 orang.

Setelah itu Kecamatan Ampek Koto 53 orang, Matur 156 orang dan Malalak 330 orang.

"Mereka mengungsi di lokasi pengungsian, masjid, mushala dan sekolah semenjak banjir bandang dan tanah longsor," katanya.

Ia mengatakan selama di lokasi pengungsian mereka mendapatkan kebutuhan bahan pokok yang didistribusikan setiap saat untuk kebutuhan dapur umum yang didirikan.

"Untuk warga terisolir tidak ada, setelah jalan sudah selesai dibuka menggunakan alat berat," katanya.

Ia mengakui korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi melanda Agam sebanyak 192 orang, belum ditemukan 72 orang dan masih dirawat empat orang

Bencana banjir bandang, tanah longsor, banjir dan angin puting beliung melanda akhir November 2025, juga mengakibatkan rumah rusak ringan 367 unit, rusak berat 287 unit dan rusak berat 851 unit.

Sedangkan jalan rusak 21 titik, jembatan rusak 28 titik, tempat ibadah 27 unit, fasilitas pendidikan 114 unit, lahan pertanian terdampak 2.044 hektare, ternak mati 5.481 ekor dan infrastruktur pertanian 156 unit.

"Ada lima kecamatan yang kesulitan air bersih untuk kebutuhan warga terdampak," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.