Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenhub: RI Harus Jadi “International Air Transit Hub”

📅 Kamis, 31 Jul 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Kemenhub: RI Harus Jadi “International Air Transit Hub” Doc: istimewa
Ket. Achmad Setiyo Prabowo Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub - Indonesia memiliki modal sangat kuat untuk menjadi air transit hub internasional.

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi transit hub penerbangan internasional (international air transit hub) di kawasan dan bahkan dunia. Pernyataan ini menunjukkan ambisi besar pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat penghubung penerbangan global.

"Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan berada di posisi geografis sangat strategis antara dua benua serta dua samudera, Indonesia memiliki modal sangat kuat untuk menjadi air transit hub internasional," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Achmad Setiyo Prabowo dalam acara Indonesia Aero Summit di Jakarta, Rabu (30/7).

Seperti dikutip dari Antara, wilayah udara Indonesia berada di antara lalu lintas penerbangan antara Asia Timur dan Asia Selatan, Australia dan Timur Tengah, serta antara Eropa dan Oseania. Itu, menurut Achmad, merupakan keunggulan strategis besar bagi Indonesia.

Saat ini, ujar dia, Indonesia memiliki sejumlah bandara internasional besar seperti Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta yang saat ini menjadi salah satu bandara tersibuk di Asia Tenggara, lalu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali yang menjadi magnet bagi turis internasional.

Kemudian Bandar Udara Internasional Kualanamu yang secara strategis berlokasi di Indonesia barat dan juga diproyeksikan untuk bisa terhubung langsung dengan berbagai kota di Asia Selatan dan Timur Tengah. Lalu Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar dan Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado yang bisa dikembangkan sebagai hub penting untuk wilayah Indonesia timur.

Bandara Internasional Juanda di Surabaya, Jawa Timur, yang berperan sebagai gerbang masuk vital di timur Jawa dan memiliki potensi signifikan untuk memperkuat konektivitas dengan wilayah utara Australia dan Asia Tenggara mengingat pertumbuhan volume penumpang dan kedekatan strategis dengan pusat ekonomi regional, ujar dia. 

Selain itu, ia mengatakan ada Yogyakarta International Airport di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dalam proses untuk menjadi transit hub penerbangan ke Australia dan wilayah Pasifik.

Jaringan Penerbangan

Sementara itu, PT Garuda Indonesia berencana meningkatkan jaringan penerbangan sebagai salah satu pilar rencana strategis lima tahun maskapai pelat merah tersebut hingga mencapai sekitar 100 rute.

"Peningkatan jaringan penerbangan (network expansion). Garuda Indonesia akan meningkatkan jaringan hingga sekitar 100 rute pada 2029, baik domestik maupun internasional," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani Panjaitan di Jakarta, Rabu.

Pada tahun 2029, lanjutnya, maskapai Citilink juga akan mengoperasikan sekitar 90 rute penerbangan. Peningkatan jaringan internasional akan dilakukan melalui strategic co-share agreement, terutama di Asia Pasifik dan Timur Tengah.

Sebagai informasi, Anggota Komisi VI DPR RI Asep Wahyuwijaya menilai langkah Presiden Prabowo Subianto untuk membesarkan maskapai nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk merupakan keputusan bijak dan strategis dalam mendukung konektivitas di seluruh wilayah Indonesia.

Ia mengapresiasi langkah cepat Presiden Prabowo yang langsung melakukan lobi diplomatik ke Amerika Serikat (AS) dan bertemu dengan Presiden Donald Trump, yang salah satu agendanya ditujukan untuk penguatan maskapai Garuda.

Asep menyebutkan meskipun Indonesia harus menghadapi kenaikan tarif atas barang ekspor ke AS hingga 19 persen, kesepakatan untuk pembelian 50 pesawat Boeing beserta suku cadangnya dinilai menguntungkan Garuda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.