Kolaborasi Basarnas dengan Komunitas Gua di Tasikmalaya Terkait Operasi SAR dalam Gua
📅 Minggu, 21 Des 2025, 23:50 WIB | Oleh: Ones
Doc: Antara
Garut - Badan Search and Rescue (Basarnas) atau Kantor Pencarian dan Pertolongan membangun kolaborasi dengan komunitas pecinta gua seperti Tasikmalaya Caving Community (TCC) dan Cave Society yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terkait upaya operasi SAR dalam gua.
"Betul, membangun kolaborasi semakin baik, ya tentunya dalam artian kita tidak mengharapkan ada kejadian," kata Koordinator Pos SAR Tasikmalaya Bagus Prayogo saat acara Diskusi Cave Rescue bersama perwakilan media dari Kantor Berita ANTARA, Cave Society, dan TCC di Kantor SAR Tasikmalaya, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu.
Ia menuturkan kegiatan diskusi itu merupakan langkah positif untuk memperkuat sinergitas dalam membangun kolaborasi untuk kemanusiaan ketika ada musibah, khususnya operasi SAR dalam gua.
Meski operasi SAR dalam gua jarang, kata dia, tetap harus menjadi perhatian bersama karena segala potensi yang membahayakan manusia bisa saja terjadi di mana saja, dan kapan saja seperti halnya di Kabupaten Tasikmalaya pernah dilaksanakan operasi SAR tersebut.
Ia mengungkapkan selama bertugas di Basarnas sejak 2010 baru mendapatkan operasi SAR di Gua Badak, kemudian Gua Lalay di Pangandaran yang penyelamatannya melibatkan komunitas pecinta gua.
"Jadi, memang untuk saya sendiri banyak ilmu baru yang saya dapatkan, dan mudah-mudahan ke depannya Basanas juga bisa menjaga kolaborasi dengan rekan-rekan, khususnya untuk di TCC," katanya
Ia menyampaikan, Basarnas saat ini masih kekurangan personel sehingga membutuhkan pihak luar seperti komunitas dari TCC untuk operasi SAR dalam gua, dan personel Basarnas siap mengikuti pelatihan untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang gua.
"Saya rasa latihan gabungan atau pelatihan-pelatihan terkait penyelamatan di gua itu diadakan, itu sangat baik, sangat bagus," katanya.
Menurut dia, wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya memiliki banyak gua dan selama ini ada yang dijadikan destinasi wisata meski belum terlalu banyak pengunjungnya.
Keberadaan gua tersebut, kata dia, memiliki kerawanan yang bisa membahayakan manusia sehingga harus diwaspadai, dan perlu kesiapan apabila ada yang membutuhkan bantuan penyelamatan dalam gua.
"Jadi, mungkin sebagai tindak lanjut atau langkah awal meminimalisir terjadinya kegawat daruratan seperti itu," katanya.
Ketua Panitia Diskusi Cave Rescue Arga Ardiansyah mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat dan pengetahuan baru bagi berbagai kalangan mulai dari instansi, komunitas, sukarelawan, pegiat gua khususnya untuk bersinergi dalam operasi SAR.
"Bukan kita mengharapkan adanya operasi SAR, tapi paling tidak kita sudah siap," katanya.
Ia mengatakan, selama ini pegiat dari TCC maupun Cave Society sudah terlibat dalam pelaksanaan operasi SAR yang dilakukan secara koordinasi, termasuk pengumpulan data, dan mencari tahu kronologi dalam melakukan tindakan operasi SAR.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!