BNPB Libatkan Warga dalam Sosialisasi Pembangunan Huntap dan Huntara di Sumut
Sabtu, 20 Des 2025, 11:20 WIBJAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melibatkan secara aktif masyarakat korban bencana banjir bandang disertai longsor dalam sosialisasi pembangunan rumah hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) di Sumatera Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan persnya, Sabtu (20/12), mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar proses pembangunan hunian berjalan transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
BNPB bersama pemerintah daerah mendampingi sosialisasi program hunian sementara (huntara) dan huntap kepada calon penerima bantuan di Kantor Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara.
Sosialisasi tersebut mencakup penjelasan mekanisme bantuan, tahapan pembangunan, serta hak dan kewajiban masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.
Selain sosialisasi, menurut Abdul, BNPB juga melakukan peninjauan langsung rumah contoh huntara yang dibangun di Desa Sibalanga sebagai referensi teknis bagi warga.
Rumah contoh tersebut dilaporkan dirancang sebagai hunian yang aman, layak, dan tangguh bencana, sekaligus menjadi model standar bangunan yang akan diterapkan pada pembangunan huntap.
Abdul menyampaikan, pemerintah telah memetakan sebanyak 5.974 rumah rusak berat akibat bencana di wilayah Sumatera Utara.
Dari jumlah tersebut, rencana pembangunan huntara sebanyak 2.524 unit saat ini memasuki tahap identifikasi dan penyiapan lahan di sejumlah wilayah terdampak.
BNPB mengkonfirmasi bahwa lahan tersebar di beberapa titik seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Langkat seluas tiga hektare yang direncanakan dibangun sebanyak 200 unit rumah.
Khusus untuk wilayah Tapanuli Utara, agenda peletakan batu pertama pembangunan rumah hunian dijadwalkan akan dilaksanakan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruar Siarait pada Minggu (21/12).
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Sumatera Utara setidaknya sampai dengan Jumat (19/12) sore mencatat sebanyak 369 orang meninggal dunia. Mereka tersebar di 12 dari 19 kabupaten/kota yang dilanda bencana banjir bandang disertai tanah longsor pada 25 November 2025.
Adapun korban meninggal di Kabupaten Tapanuli Utara 36 orang, Kabupaten Tapanuli Tengah 131 orang, Kabupaten Tapanuli Selatan 87 orang, Kota Sibolga 55 orang, Kabupaten Humbang Hasundutan 10 orang, dan Kota Padangsidimpuan satu orang.
Selanjutnya di Kabupaten Pakpak Bharat dua orang, Kota Medan 12 orang, Kabupaten Langkat 14 orang, Kabupaten Deliserdang 17 orang, Kabupaten Nias satu orang, dan Kabupaten Nias Selatan satu orang.
Untuk Kota Sibolga, ada sebanyak 1.232 warga yang masih mengungsi di 16 titik pengungsian yang tersebar di tujuh kelurahan, dengan konsentrasi terbesar di Kecamatan Sibolga Utara dan Sibolga Selatan.
- Pemulihan bencana
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat hingga 5 Februari, 8 Desa Masih Terisolasi
-
Bupati OKU Minta Seluruh Perangkat Daerah Gelar Pangan Murah Selama Ramadan
-
TNI AD Pastikan Jembatan Armco di Bener Meriah Aceh Layak Digunakan Warga
-
TNI Selesaikan Jembatan di Tapanuli Tengah, Permudah Aktivitas Warga
-
Kementerian PU Percepat Penanganan 38 Muara Sungai Pascabencana di Aceh, Sumut, Sumbar
-
Kemenag: 98 Persen Masjid dan Mushala Terdampak Bencana di Aceh Sudah Berfungsi
-
Pusdalops: 3.554 Jiwa Masih Mengungsi Akibat Bencana di Sumatra Utara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.