Krisis Sampah di Perkotaan, Eddy Soeparno Dorong Solusi Sementara Sebelum Impelementasi WTE
Jumat, 19 Des 2025, 20:38 WIBJAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno merespons masalah lingkungan yang terjadi di Tangerang Selatan akibat tumpukan sampah dan penutupan TPA Cipeucang. Eddy mendorong adanya solusi sementara menanggulangi sampah sebelum diterapkannya Teknologi Waste to Energi (WTE).Â
âPemerintah sudah berkomitmen untuk menangani masalah sampah secara komprehensif dengan Peraturan Presiden No. 109 Tahun 2025. Dalam tahapan menuju implementasi Waste to Energy tersebut diperlukan solusi jangka menengah sebagai solusi sementara sebelum proyek WTE bisa direalisasikan,â kata Eddy.Â
Seperti diketahui permasalahan sampah di Tangerang Selatan mencuat setelah timbunan sampah yang terjadi di Pasar Ciputat dan ruang publik lainnya dan mengganggu warga. Hal ini terjadi akibat ditutupnya TPA Cipeucang karena tuntutan warga akibat dugaan pencemaran lingkungan.
Menurut Eddy Soeparno, apa yang terjadi di Tangsel merupakan indikasi awal terjadinya masalah serupa di wilayah perkotaan lain yang saat ini masih dalam tahap awal untuk persiapan implementasi Waste to Energy berdasarkan Perpres No. 109 Tahun 2025.Â
Doktor Ilmu Politik UI ini menjelaskan, solusi sementara dapat dimulai dari penguatan layanan dasar pengelolaan sampah. Ia menekankan pentingnya optimalisasi pengangkutan sampah, penataan tempat penampungan sementara, serta penertiban praktik pembuangan liar yang masih banyak terjadi di kawasan perkotaan.Â
Selain itu, Eddy mendorong penerapan pemilahan sampah yang sederhana di tingkat masyarakat, dengan fokus pada pemisahan sampah organik dan anorganik bernilai. Eddy menjelaskan, penerapan solusi sementara ini bukan hanya di Tangsel tapi juga untuk kota-kota yang menghadapi masalah yang sama.
âPendekatan bertahap ini lebih efektif untuk diterapkan secara luas dibandingkan skema pemilahan yang terlalu kompleks dan sulit dijalankan di lapangan,â lanjutnya.
Eddy juga menilai pengolahan sampah organik secara terdesentralisasi perlu segera diperluas, terutama di pasar tradisional, kawasan komersial, dan lingkungan permukiman padat.Â
âKomposting skala lingkungan dan komunal dapat secara signifikan mengurangi volume sampah basah yang selama ini menjadi sumber bau, pencemaran, dan keluhan masyarakat,â lanjutnya.Â
Secara khusus  Eddy menekankan pentingnya penguatan tata kelola di tingkat daerah melalui pembentukan satuan tugas atau project management office yang secara khusus mengawal kesiapan implementasi Perpres 109 Tahun 2025.Â
âKesiapan data, koordinasi lintas sektor, serta komunikasi yang transparan dengan masyarakat merupakan prasyarat utama agar kebijakan pengelolaan sampah dapat berjalan efektif dan diterima publik,â tutupnya.Â
- Perkotaan
- Eddy Soeparno
- Krisis Sampah
- Implementasi WTE
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Persija vs Arema FC: Ambisi Mauricio Souza Kejar Puncak Klasemen
-
Melawan Krisis Sampah di Bandung Raya dengan Petasol
-
DLH DKI Jakarta Siagakan 1.790 Pasukan Orange, Bersihkan Sampah Akibat Banjir
-
Atap Bocor, Plafon Gedung SDN 05 Pademangan Timur Ambrol Saat Siswa Sarapan MBG
-
Dubes Uni Emirat Arab Temui Pimpinan MPR Eddy Soeparno Tindak Lanjuti Perluasan Kerja Sama Bidang Energi Terbarukan
-
Komoditi pinang pascabencana di Palembayan
-
TMMD Sengkuyung Purbalingga Perkuat Akses Jalan dan Infrastruktur Desa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.