Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelang Natal-Tahun Baru, Kementan Jaga Harga dan Pasokan Daging Sapi

📅 Jumat, 19 Des 2025, 09:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jelang Natal-Tahun Baru, Kementan Jaga Harga dan Pasokan Daging Sapi Doc: ANTARA
Ket. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda (tengah) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke usaha penggemukan sapi di Subang, Jawa Barat, Kamis (18/12/2025).

JAKARTA – Kementerian Pertanian memastikan harga dan pasokan daging sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026 melalui pengawasan distribusi dan peningkatan produksi.

"Harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026, stabilitas harga di tingkat hulu ini berperan penting dalam menjaga inflasi pangan pada akhir tahun," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah usaha penggemukan sapi di Subang, Jawa Barat, Kamis (18/12).

Dalam keterangannya di Jakarta, Agung menyampaikan sidak kepada sejumlah usaha penggemukan sapi (feedlot) dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman untuk menjaga stabilitas harga pangan, melindungi konsumen, sekaligus memastikan peternak tetap sejahtera.

Dia menyebutkan dari hasil pemantauan di Subang, Tasikmalaya, Tangerang, Bekasi, dan Lampung, harga sapi hidup di tingkat peternak di kisaran Rp52.000–Rp 53.000 atau masih di bawah harga acuan pembelian Rp56.000–Rp58.000 per kilogram bobot hidup.

"Kondisi ini menunjukkan pasokan cukup dan distribusi berjalan baik,” ujar Agung.

Ia menuturkan PT Agrisatwa Jaya Kencana salah satu usaha penggemukan sapi di Subang, memiliki kapasitas kandang hingga 20.000 ekor sapi dengan populasi indukan 200 ekor.

"Per 12 Desember 2025, populasi sapi bakalan tercatat 9.800 ekor dan akan bertambah lagi 1.800 ekor dalam waktu dekat," kata dia.

Menurut Agung, kondisi tersebut mencerminkan kesiapan pasokan daging sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik pada periode Natal dan Tahun Baru maupun menjelang Idul Fitri 2026.

“Hasil sidak menunjukkan stok sapi di tingkap produsen aman dan harga relatif stabil. Ini penting untuk memastikan kenaikan konsumsi menjelang Natal dan Tahun Baru dan menjaga stabilitas harga,” kata Agung.

Dari sisi pelaku usaha, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) Joni Liano menyampaikan stok sapi pedaging aman untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru.

Menurutnya harga saat ini bukan kenaikan, melainkan penyesuaian harga dan masih dijual di bawah harga acuan.

"Jadi saya setuju dengan arahan Pak Menteri tadi. Arahan Pak Menteri tadi kan yang penting itu kan semuanya happy. Peternak happy, pedagang happy, dan konsumen juga happy yang ditunjukkan harga daging sapi stabil," jelas Joni.

Sementara itu, perwakilan PT Agrisatwa Jaya Kencana Evia Kirana menyebut stabilitas harga sapi hidup di tingkat peternak masih terjaga.

“Harga jual sapi hidup di kami Rp53 ribu per kg bobot hidup. Dengan ketersediaan bakalan yang cukup, kami optimistis produksi dan distribusi tetap lancar hingga akhir tahun,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.