Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Raih Skor Risk Maturity Index 3,7, PGE Tingkatkan Standar Pengelolaan Risiko di Industri Panas Bumi

📅 Kamis, 18 Des 2025, 13:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Raih Skor Risk Maturity Index 3,7, PGE Tingkatkan Standar Pengelolaan Risiko di Industri Panas Bumi Doc: PGE
Ket. PGE mencatat skor Risk Maturity Index 3,7 sebagai bukti peningkatan standar pengelolaan risiko energi panas bumi.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola perusahaan dan pengelolaan risiko di seluruh lini bisnis. PGE berhasil meraih hasil membanggakan dalam Risk Maturity Assessment (RMA) 2025 yang dilakukan oleh lembaga independen Indonesia Risk & Business Advisory (IRBA). Dalam penilaian tersebut, PGE ditempatkan pada Fase ‘Praktik yang Baik (+)’ dengan skor Risk Maturity Index (RMI) 3,7 dari 5,0, sebuah capaian yang mencerminkan kematangan manajemen risiko yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

Hasil ini menunjukkan bahwa PGE mampu mengelola risiko dengan baik untuk melindungi dan menciptakan nilai Perusahaan dan semakin adaptif dalam menghadapi dinamika sektor energi yang kian kompleks, khususnya dalam industri panas bumi yang penuh tantangan teknis dan operasional. Penguatan budaya risiko, peningkatan tata kelola, serta pengembangan proses manajemen risiko menjadi bagian integral dari transformasi perusahaan menuju standar global.

Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari upaya sistematis perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip manajemen risiko ke dalam setiap proses bisnis.

“Hasil Risk Maturity Assessment 2025 membuktikan komitmen PGE untuk memastikan bahwa setiap keputusan operasional didasarkan pada tata kelola risiko yang kuat, terukur, dan akuntabel. Peringkat ‘Praktik yang Baik (+)’ semakin mengukuhkan langkah PGE menuju visi untuk menjadi world class green energy company,” ujarnya.

Dalam penilaian RMA 2025, PGE menunjukkan performa solid pada sejumlah dimensi utama, antara lain Organisasi & Tata Kelola Risiko, Proses & Kontrol Risiko, serta Kerangka Risiko & Kepatuhan. Selain itu, PGE juga berhasil meraih Indikator Kualitas Penerapan Manajemen Risiko ‘satisfactory’ dan Indikator Pencapaian Kinerja Sangat Baik, sehingga peringkat komposit risiko berada di peringkat 1 yang artinya risiko terkendali sangat baik dan kemungkinan tidak tercapainya target kinerja tergolong sangat rendah. Keseluruhan capaian ini menggambarkan konsistensi perusahaan dalam memastikan kinerja yang sehat sekaligus berkelanjutan.

“Ke depan, PGE akan terus memperkuat tata kelola bisnis dengan membangun budaya risiko yang mengedepankan transparansi, memperluas pemetaan risiko secara menyeluruh, memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efektivitas monitoring, serta mengembangkan kompetensi tim melalui pelatihan dan sertifikasi berkelanjutan. Di tengah industri panas bumi yang sarat tantangan, kesiapan menghadapi risiko menjadi fondasi utama keberhasilan operasi. Karena itu, penguatan budaya pengelolaan risiko yang terintegrasi akan menjadi prioritas kami untuk memastikan seluruh proyek dan operasi berjalan aman, andal, dan sesuai praktik terbaik global,” tegas Ahmad Yani.

Melalui capaian ini, PGE siap mendukung pemerintah dalam percepatan transisi energi, peningkatan pemanfaatan energi bersih, serta pencapaian target dekarbonisasi nasional.

Sebagai pionir pengembangan energi panas bumi di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW dari enam wilayah operasi (own operation). PGE juga tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis seperti PLTP Hululais Unit 1 & 2 (110 MW), serta beberapa proyek co-generation dengan total kapasitas 230 MW.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Harga Cabai Rawit Rp105.300/Kg, Telur Ayam Rp29.700/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp105.300...
Megapolitan
Hingga Awal 2027, Stok Pupu...
Ekonomi
Mentrans Tawarkan Kolaboras...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.