Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD Kritik Pedas Kelemahan K3, Pemilik Gedung dan Dinas Jadi Sorotan

📅 Kamis, 18 Des 2025, 16:00 WIB | Oleh:
DPRD Kritik Pedas Kelemahan K3, Pemilik Gedung dan Dinas Jadi Sorotan Doc: ANTARA/Reno Esnir
Ket. Pekerja menggunakan peralatan keselamatan kerja berstandar di atas bangunan bertingkat di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta.

JAKARTA - Kebakaran tragis yang menimpa sebuah gedung di Jakarta kembali menimbulkan polemik terkait keselamatan pekerja. Insiden yang merenggut lebih dari 20 nyawa ini dianggap sebagai alarm keras bagi pemerintah dan pemilik gedung bahwa K3 bukan sekadar formalitas.

"Ini soal nyawa manusia. Kebakaran yang menelan puluhan korban membuktikan adanya kelalaian sistemik," ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Pantas Nainggolan.

Menurut Pantas, pemerintah harus menjadikan kasus ini sebagai pekerjaan rumah dalam hal perizinan pembangunan gedung. Hal ini termasuk toko dan perusahaan yang menyimpan atau menjual barang-barang berbahaya yang berpotensi memicu kebakaran.

"Persyaratan lokasi dan penempatan toko atau fasilitas harus diatur agar keamanan gedung dapat dipertanggungjawabkan," tegas Pantas.

Pantas menambahkan, aspek keselamatan kerja saat ini masih sangat lemah. Dinas terkait yang bertugas mengurus perkantoran dan gedung terbukti abai terhadap standar keamanan yang wajib dijalankan.

"Banyak penempatan fasilitas atau barang-barang yang tidak sesuai dengan standar keamanan gedung," ungkap Pantas.

Secara terpisah, Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Yudhistira Hermawan, menyoroti lemahnya pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di gedung-gedung. Ia menilai jalur evakuasi tidak dioptimalkan, sehingga ketika kebakaran terjadi, proses evakuasi menjadi kacau dan membahayakan nyawa pekerja.

Selain itu, Yudhistira menekankan bahwa alat pemadam kebakaran di beberapa gedung tidak berfungsi sesuai standar. Sistem alarm juga jarang diperiksa dan tidak selalu dapat diandalkan saat darurat.

"Pelatihan evakuasi dan evaluasi rutin hampir tidak pernah dilakukan. Aturan penyimpanan bahan berbahaya pun tidak sesuai prosedur," jelasnya.

Menurut Yudhistira, pemilik gedung sering mengabaikan kewajiban keamanan dasar. Sementara itu, dinas yang bertanggung jawab terkesan santai dan tidak menegakkan aturan dengan tegas.

"Mereka terbiasa main-main, sementara nyawa manusia jadi taruhannya," tegasnya.

DPRD DKI menekankan, pemerintah perlu segera memperketat pengawasan K3 dan memastikan semua gedung memenuhi standar keamanan. Langkah ini dianggap krusial untuk mencegah tragedi serupa terjadi di masa mendatang.

Pantas dan Yudhistira sepakat bahwa tragedi ini bukan hanya soal kebakaran, tetapi juga cerminan kelalaian sistemik.

"Kalau pengawasan tidak diperbaiki, kita bisa kehilangan nyawa lagi tanpa alasan jelas," kata Pantas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.