- Home
-
- Luar Negeri
-
- Bosnia Berpeluang Jadi Pen...
Bosnia Berpeluang Jadi Penempatan Baru Pekerja Migran Indonesia
Rabu, 17 Des 2025, 15:31 WIBJAKARTA - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menjajaki peluang penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) terampil ke Bosnia-Herzegovina sebagai upaya membuka pasar kerja baru di Eropa.
Penjajakan tersebut dilakukan saat KP2MI menerima kunjungan Duta Besar Bosnia-Herzegovina untuk Indonesia, Armin Limo, di Jakarta, Selasa (16/12).
âKami melihat peluang dari penjajakan ini, terutama untuk membuka akses penempatan baru bagi pekerja migran terampil,â kata Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani, sebagaimana dikutip dalam rilis pers KP2MI.
Dalam kunjungan tersebut, Dubes Armin didampingi Samir Zuko dan Alma Spahi yang merupakan perwakilan Labor and Employment Agency, sebuah agensi ketenagakerjaan di bawah Pemerintah Bosnia dan Herzegovina.
Christina menjelaskan, pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama penempatan pekerja migran Indonesia guna memperluas akses lapangan kerja di kawasan Eropa sekaligus meningkatkan kontribusi ekonomi dari tenaga kerja terampil asal Indonesia.
Menurut Christina, meskipun jumlah pekerja migran Indonesia yang saat ini bekerja di Bosnia dan Herzegovina masih terbatas, negara tersebut memiliki kebutuhan tenaga kerja asing yang terus meningkat, terutama di sektor jasa.
âBosnia-Herzegovina memiliki kebutuhan tenaga kerja di sektor hospitality yang bisa diisi oleh tenaga kerja Indonesia,â ujar Christina.
Pada 2024, Bosnia-Herzegovina tercatat menerbitkan kurang dari 6.000 izin kerja bagi tenaga kerja asing. Kebutuhan tersebut terutama berasal dari sektor jasa, seperti juru masak, chef, waiter, dan housekeeping.
Keterbatasan jumlah penduduk membuat Bosnia-Herzegovina kian bergantung pada tenaga kerja migran untuk menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi, khususnya di sektor pariwisata dan jasa.âââââââ
Christina menambahkan, pembukaan peluang kerja ke negara baru seperti Bosnia dan Herzegovina tidak hanya berdampak pada perluasan kesempatan kerja bagi PMI, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.
âKami akan menindaklanjuti lewat kajian teknis untuk mewujudkan potensi kerja dalam skema penempatan yang aman, profesional, dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi Indonesia,â kata Wakil Menteri P2MI tersebut. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Layanan Samsat Keliling Ada di 14 Wilayah pada Jumat (25/9) Ini, Cek Lokasinya
-
Waspada Kemarau sampai Desember! Pemkab Lamsel Siapkan Cadangan Sumber Air
-
Presiden Prabowo Resmikan LRT Jakarta Lintas Kelapa Gading–Manggarai
-
IndoBuildTech Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Inovasi Konstruksi dan Arsitektur
-
Jalur Berat Menanti Alcaraz
-
Pulihkan Ekonomi Pascabencana, Kemenekraf Bina dan Latih 150 Pelaku Ekraf Bukittinggi
-
KCIC Siapkan Akses Baru di Stasiun Padalarang untuk Permudah Penumpang Whoosh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.