Bidik Pasar Global, Kemendag Petakan 741 Desa untuk Program Desa Ekspor 2026

Rabu, 17 Des 2025, 15:58 WIB

JAKARTA – Program Desa Ekspor dirancang sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi lokal agar desa tidak hanya menjadi basis produksi, tetapi juga terhubung langsung dengan pasar global.

Melalui penguatan kapasitas pelaku usaha desa—mulai dari peningkatan kualitas produk, standar mutu, kemasan, hingga akses pembiayaan dan logistik—program ini berupaya memotong rantai distribusi yang panjang dan meningkatkan nilai tambah di tingkat desa.

Ket. Foto: Penenun asal Kampung Hula di Pulau Alor, Mama Sariat Tole, memeragakan penggunaan alat tenun saat media briefing di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. — Sumber: ANTARA/ Imamatul Silfia

Namun, efektivitas Desa Ekspor sangat ditentukan oleh kesinambungan pendampingan dan kesiapan ekosistem pendukungnya. Tanpa konsistensi kualitas, kepastian volume, serta akses pasar yang berkelanjutan, desa berisiko hanya menjadi pemasok sesaat.

Karena itu, Desa Ekspor perlu diposisikan sebagai strategi jangka panjang yang terintegrasi dengan kebijakan industri, perdagangan, dan pengembangan UMKM agar benar-benar mendorong ekspor inklusif dan pertumbuhan ekonomi berbasis desa.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memetakan 741 desa yang akan dikembangkan dalam program desa ekspor mulai 2026.

"Kita optimalkan yaitu program desa ekspor. Kita sudah mengidentifikasi ada 741 desa," kata Menteri Perdagangan Budi Santoso di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (17/12).

Ia mengatakan program itu ditujukan untuk memperluas basis pelaku ekspor agar tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan.

Ia menyebut sejumlah produk desa memiliki kualitas dan ragam komoditas, tetapi masih menghadapi kendala standar produk, desain, dan manajemen usaha untuk masuk pasar internasional.

“Banyak produk desa yang potensial, namun belum terstandarisasi,” ujarnya.

Melalui program ini, pemerintah akan menyiapkan pelatihan standarisasi produk, penguatan manajemen, serta pendampingan agar produk memenuhi persyaratan pasar ekspor.

Budi mengatakan pemetaan desa dilakukan bersama kementerian terkait, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi potensi komoditas dan kesiapan pelaku usaha di desa.

Desa yang masuk pemetaan akan diarahkan mengikuti tahapan lanjutan, termasuk promosi dagang dan integrasi dengan program "Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Bisa Ekspor".

"Setelah siap ekspor, baru kemudian nanti ikut di program UMKM Bisa Ekspor," tuturnya.

Kementerian Perdagangan, lanjut dia, juga menyiapkan dukungan jejaring luar negeri melalui 46 atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara.

Jejaring tersebut akan dimanfaatkan untuk membuka akses pasar, penjajakan pembeli, serta fasilitasi promosi produk desa di pasar global.

Mendag menegaskan program desa ekspor diharapkan memperluas manfaat perdagangan internasional hingga ke daerah serta memperkuat kontribusi ekspor nasional secara berkelanjutan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.