Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TikTok Perkuat Perlindungan Pengguna Sepanjang 2025 Melalui Edukasi, Fitur Keamanan Baru, dan Kolaborasi Strategis Lintas Sektor

📅 Selasa, 16 Des 2025, 18:50 WIB | Oleh: Tim Penulis

Mendorong Kebiasaaan #PikirDuaKali agar Terhindar dari Penipuan Online

Ancaman digital lainnya juga semakin marak dan memprihatinkan, termasuk penipuan online. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima sekitar 800 laporan penipuan online setiap hari⁴ 4 . Bentuknya pun semakin beragam, mulai dari phishing, lowongan kerja palsu, hingga skema penipuan berkedok investasi.

Menyadari potensi risiko yang ada, TikTok turut meluncurkan kampanye #PikirDuaKali untuk mendorong terciptanya kebiasaan berpikir dua kali di antara masyarakat sebelum berinteraksi dengan konten, ajakan, ataupun tawaran dari pihak yang tidak dikenal. Kampanye ini juga memperkenalkan metode 3C: Cek, Cegah, Cegat—tiga langkah praktis yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengindentifkasi jenis penipuan online yang ada serta mengetahui cara melaporkan agar bisa menghentikan laju penyebaran dan melindungi sesama dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kampanye ini kian diperkuat melalui berbagai aktivitas edukatif yang hadir di dalam dan di luar aplikasi, mulai dari Pusat Panduan #PikirDuaKali yang berisi panduan keamanan dan kanal pelaporan yang terhubung ke Indonesia Anti-Scam Center; kolaborasi bersama kreator dan pakar keamanan digital untuk menciptakan konten edukasi; sosialisasi masyarakat lewat program TikTok Goes to Campus; hingga bincang-bincang bersama kreator dan mitra industri terkait tren penipuan online melalui program #PikirDuaKali LIVE Series di TikTok LIVE.

Seiring dengan upaya tersebut, TikTok menghapus lebih dari 25 juta konten yang melanggar Panduan Komunitas, termasuk 232 ribu konten terkait penipuan. Dari jumlah tersebut, 94% berhasil ditindak secara proaktif oleh sistem moderasi TikTok sebelum dilaporkan oleh pengguna. TikTok juga menghapus lebih dari 180 ribu iklan berbayar yang mengandung unsur penipuan dari platform.

Pendekatan perlindungan ini turut diperluas bagi para pembeli dan penjual ekosistem e-commerce Tokopedia dan TikTok Shop lewat kampanye #BelanjaAman dan #JualanNyaman, yang berfokus pada edukasi, penguatan kepercayaan transaksi, serta pemberdayaan kreator dan pelaku usaha melalui kerja sama dengan berbagai kementerian dan pemerintah daerah. Upaya ini tercermin dari penegakan kebijakan sepanjang Januari–Juni 2025, di mana Tokopedia dan TikTok Shop menolak sekitar 250.000 pendaftaran akun penjual yang tidak memenuhi standar kepatuhan platform, serta meninjau lebih dari 787.000 laporan pengguna terkait dugaan pelanggaran kebijakan pada konten video pendek dan sesi LIVE6 .

Perlindungan Berkelanjutan di Dalam Platform

Untuk terus memastikan keamanan dan integritas platform, TikTok terus memperkuat fondasi perlindungan melalui penerapan Panduan Komunitas, sistem moderasi berlapis yang mengombinasikan peninjauan berbasis mesin dan manusia, serta berbagai fitur keamanan seperti fitur pelaporan konten, filter kata kunci, pilihan tidak tertarik (not interested), dan pengaturan privasi akun. Sebagai bentuk transparansi kepada pengguna, TikTok juga secara rutin meluncurkan laporan melalui Pusat Transparansi yang memungkinkan publik mengakses data terkait penegakan kebijakan, moderasi konten, dan perlindungan pengguna di platform.

Inisiatif yang dilakukan TikTok bersama para mitra sepanjang tahun ini menunjukkan bahwa menjaga ruang digital yang aman merupakan tanggung jawab bersama. “Kami percaya, keamanan digital hanya dapat terwujud ketika seluruh pihak bergerak bersama. Untuk itu, TikTok akan terus bekerja sama dengan pemerintah, pakar, industri, dan komunitas untuk menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan memberdayakan semua pengguna," tutup Hilmi.

Seiring meningkatnya peran ruang digital dalam keseharian, kesadaran bersama menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem digital yang positif. Untuk mengetahui kebijakan dan fitur keamanan TikTok selengkapnya, kunjungi Pusat Keamanan TikTok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
Menteri ESDM Bahlil Terpant...
Luar Negeri
KBRI Ungkap Puluhan WNI ber...

Mendulang emas di Sungai Mahakam

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Mendulang emas di Sungai Ma...

Produksi ikan kering di Maumere turun

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Produksi ikan kering di Mau...

Pameran benda seni jaranan di Trenggalek

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pameran benda seni jaranan ...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.