Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uya Kuya dan Gus Miftah Kompak Wisuda di Unissula

📅 Minggu, 14 Des 2025, 04:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Uya Kuya dan Gus Miftah Kompak Wisuda di Unissula Doc: Antara
Ket. Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang Prof Gunarto saat memindahkan tali toga menandai kelulusan Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah), pada upacara wisuda ke-95 Unissula, di Semarang, Sabtu (13/12).

Semarang - Dua publik figur, yakni Surya Utama yang akrab disapa Uya Kuya dan pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) secara bersamaan mengikuti prosesi wisuda ke-95 Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Pada prosesi wisuda yang berlangsung di Auditorium Unissula Semarang, Sabtu (13/12), mereka berdua dipanggil secara bergiliran bersamaan dengan rombongan wisudawan sesuai program studi yang diambil.

Uya Kuya lulusan dari Program Studi Magister Ilmu Hukum, sedangkan Gus Miftah lulus dari Prodi Magister Pendidikan Agama Islam Unissula.

Rektor Unissula Prof Gunarto menyebut secara khusus keduanya, bersamaan dengan sejumlah wisudawan "istimewa", termasuk Agung Widyantoro yang merupakan anggota DPR RI Komisi X (Prodi Pendidikan Doktor Ilmu Hukum).

"Baru kali ini wisudawan Unissula ada seorang artis besar, Surya Utama atau Uya Kuya yang juga anggota DPR RI Komisi IX," katanya setelah menyebut Gus Miftah.

Ia menyampaikan pesan kepada para wisudawan untuk mengamalkan ilmu sains dan ilmu agama yang diperolehnya selama berkuliah untuk membantu masyarakat, bangsa dan negara.

Untuk lulusan sarjana, ia mendoakan agar segera bisa bekerja, kemudian lulusan magister dan doktor yang kebanyakan sudah bekerja agar kariernya semakin cemerlang.

Bahkan, ia mengingatkan para lulusan Unissula, seraya mengutip pesan Bung Karno agar tidak berpikir meminta sesuatu, melainkan bagaimana bisa memberikan sesuatu untuk bangsa.

"Jangan berpikir apa yang kudapat dari bangsaku, tapi lebih dari itu adalah apa yang kuberikan untuk bangsaku," kata Guru Besar Fakultas Hukum Unissula itu.

Uya Kuya menyampaikan rasa gembiranya bisa menyelesaikan pendidikan magister untuk bidang ilmu hukum dengan perolehan indeks prestasi komulatif (IPK) sebesar 3,72.

Dalam proses menyelesaikan studinya, ia mengaku sempat mengubah judul tesisnya menjadi "Analisis Hukum terhadap Penyebaran Berita Bohong di Sosial Media Berbasis Keadilan Pancasila".

Perubahan judul tesis sesuai dengan apa yang dialaminya, yakni menjadi korban penjarahan rumahnya akibat berseliwerannya informasi tidak bertanggung jawab di media sosial yang menyudutkannya.

"Kemarin tesisnya dari saya ubah tesis dari zaman saya kena jarah. Ya sesuai dengan apa yang saya alami kemarin," katanya.

Selain itu, Unissula juga meluluskan tujuh wisudawan internasional, yakni Mahmoud W. M. Abuwazna (Palestina) PDIH, Khalid Dadda (Maroko) MPAI, Muh Azlan Bin Marukum (Malaysia) MPAI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Olahraga
Bukan Soal Taktik, Ini Pesa...
Olahraga
Arab Saudi Diam-Diam Hentik...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.