Luluk Diana Kunci Medali Emas Angkat Besi SEA Games 2025

Minggu, 14 Des 2025, 03:50 WIB

JAKARTA - Langkah Luluk Diana Wijayana menuju podium tertinggi SEA Games 2025 akhirnya tuntas dengan cerita emosional di baliknya. Lifter asal Pacitan, Jawa Timur, itu sukses meraih medali emas setelah menaklukkan trauma yang selama ini menghantuinya sejak kegagalan di Peru.

Bayangan pahit tersebut berasal dari Kejuaraan Dunia Remaja dan Junior 2025 di Lima. Saat itu, Luluk tampil menjanjikan di nomor snatch, namun gagal menyelesaikan clean and jerk dalam tiga percobaan. Kegagalan tersebut membuat peluang emas sirna dan meninggalkan luka psikologis yang cukup dalam bagi lifter berusia 20 tahun itu.

Ket. Foto: — Sumber: Merdeka

Trauma tersebut nyaris kembali muncul ketika Luluk tampil di kelas 48 kilogram putri SEA Games 2025 yang digelar di Chonburi, Sabtu (13/12). Ia membuka persaingan dengan performa solid di snatch, mencatat total angkatan 84 kilogram, tertinggi di antara para pesaing. Hasil itu membuat peluang emas Indonesia terbuka lebar.

Namun, ketegangan memuncak saat memasuki clean and jerk. Pada percobaan kedua dengan beban 98 kilogram, Luluk gagal mengangkat barbel. Momen tersebut langsung mengingatkannya pada kegagalan di Peru. Ekspresinya sempat menegang, menunjukkan beban mental yang kembali datang di saat krusial.

Alih-alih bermain aman, Luluk justru mengambil keputusan berani. Ia meminta beban dinaikkan menjadi 100 kilogram pada percobaan berikutnya. Keputusan itu menjadi pertaruhan besar, bukan hanya untuk medali emas, tetapi juga untuk mengalahkan rasa takut yang selama ini menghantuinya.

Angkatan tersebut akhirnya berhasil dituntaskan dengan sempurna. Sorak sorai langsung menggema di arena. Luluk memastikan diri sebagai peraih medali emas SEA Games 2025 sekaligus menutup bab kelam yang tertinggal dari kegagalan sebelumnya.

Luluk mengakui motivasi terbesarnya adalah keinginan membalas kegagalan di Peru. Ia menyebut kegagalan tersebut sempat membuatnya terpuruk selama beberapa pekan dan memengaruhi kondisi mental saat latihan.

Meski demikian, dukungan dari tim pelatih menjadi faktor penting dalam proses kebangkitannya. Arahan yang konsisten dan pendekatan yang sabar membantu Luluk kembali menemukan kepercayaan diri hingga akhirnya mampu tampil lepas di panggung SEA Games.

Bagi Luluk Diana, medali emas ini bukan sekadar capaian prestasi. Lebih dari itu, kemenangan tersebut menjadi simbol keberanian untuk menghadapi trauma dan membuktikan bahwa kegagalan tidak selalu menjadi akhir dari sebuah perjalanan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.