Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terobosan Besar! NU Didorong Jadi Aktor Diplomasi Global Lewat Model MiND

📅 Jumat, 12 Des 2025, 02:30 WIB | Oleh:
Terobosan Besar! NU Didorong Jadi Aktor Diplomasi Global Lewat Model MiND Doc: ANTARA/HO-dok pribadi
Ket. KH Achmad Solechan (keempat dari kiri) atau biasa disapa KH. Alech bersama para penguji doktor Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia.

DEPOK - Doktor Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI), KH. Achmad Solechan menyatakan Nahdlatul Ulama (NU) menawarkan diplomasi baru MiND model untuk solusi global.

Hal tersebut dikatakan Achmad Solechan dalam
Disertasi yang berjudul “Peran Internasional Nahdlatul Ulama dalam Relasi Antar bangsa Melalui Multi-Track Diplomacy: Pendekatan Konstruktivis terhadap Organisasi Keagamaan sebagai Non-State Actor".

"Saya mengusulkan kerangka konseptual MiND Model (Multidimensional Non-State Diplomacy).  Yang terdiri atas lima pilar yaitu nilai, arena, humanitarian, multi dimensi, dan aksi. Model ini dirancang sebagai pedoman strategis agar NU dapat memperkuat posisi diplomatiknya pada masa mendatang," kata KH Achmad Solechan yang juga menjabat sebagai Ketua PCNU Kota Depok, Kamis.

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai salah satu Organisasi Massa memiliki peran yang sangat besar tidak hanya di Indonesia namun juga di tataran Global. Berperan aktif dalam krisis kemanusiaan dan mediasi nyata di berbagai negara seperti Afghanistan, Thailand Selatan dan lainnya.

Begitu  juga dalam  forum strategis Global  seperti R20 (Religion of Twenty), ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference (ASEAN IIDC), Konferensi Internasional Islam untuk Kemanusiaan (Humanitarian Islam) dan sebagainya.

"NU sebagai Organisasi keagamaan kini bukan lagi pemain pinggiran dalam diplomasi global. NU, dengan kekuatan jaringan, nilai, dan jejak historisnya, terbukti tampil sebagai aktor transnasional yang mampu menjembatani dialog, meredakan konflik, dan menawarkan arah moral dalam isu-isu dunia,"ujarnya 

Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dan wawancara mendalam ini memperlihatkan bagaimana NU mengekspresikan nilai-nilai moderasi.

Yaitu dari tawassuth (seimbang), tasamuh (toleransi), tawazun (seimbang) hingga istiqamah (konsisten atau terus menerus). Menurutnya, tidak semata sebagai slogan melainkan sebagai kerangka kerja diplomasi.

"Melalui pendekatan Multi-Track Diplomacy mampu menjelaskan mobilitas NU di berbagai arena. Mulai dari jalur resmi hingga diplomasi kultural, dari forum elite hingga jaringan diaspora PCINU," jelasnya.

Kiyai Alech biasa disapa ini tidak hanya memotret capaian saja, penelitian ini juga menyoroti tantangan.

Menurutnya, masih perlu mengonsolidasikan strategi global, memperkuat kapasitas sumber daya, dan memaksimalkan potensi diaspora. Dunia yang semakin kompleks menuntut NU untuk lebih adaptif dalam menjawab isu-isu kemanusiaan, krisis politik, hingga gelombang radikalisme.

Ia menilai kajian tersebut mempertegas bahwa Indonesia memiliki modal besar dalam diplomasi berbasis nilai kemanusiaan dan moderasi beragama.

"Kekuatan Indonesia di panggung global tidak hanya bertumpu pada negara.  Namun juga pada organisasi keagamaan yang memiliki legitimasi moral dan jejaring internasional yang luas,"katanya.

Disertasi ini menyoroti kontribusi strategis NU dalam diplomasi lintas negara.  Kapasitas NU sebagai aktor keagamaan global yang mampu membangun jejaring dialog, memperkuat moderasi beragama, serta mendorong ekosistem perdamaian melalui peran non-negara yang efektif.

Karya ini dinilai memperluas horizon keilmuan mengenai kontribusi organisasi keagamaan dalam lanskap geopolitik modern.

Di tengah situasi global yang kerap dilanda krisis, disertasi tersebut menghadirkan optimisme baru: diplomasi damai, inklusif, dan berbasis nilai masih menjadi solusi dan NU berada di garis depan upaya tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
Kenaikan Imbal Hasil Dollar...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.