Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KKP Catat Investasi Kelautan-Perikanan Rp7,82 Triliun sampai Kuartal III

📅 Jumat, 12 Des 2025, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
KKP Catat Investasi Kelautan-Perikanan Rp7,82 Triliun sampai Kuartal III Doc: Antara
Ket. Ikan hasil tangkapan nelayan di pelabuhan.

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat investasi sektor kelautan dan perikanan hingga triwulan III tahun ini sebesar Rp7,82 triliun.

"Jadi investasi ini adalah triwulan III, jadi pada triwulan III itu Rp7,82 triliun," ujar Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Machmud dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/12).

Berdasarkan sumber modal, investasi tersebut didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp3,97 triliun, kemudian Penanaman Modal Asing (PMA) Rp1,98 triliun.

"Kalau kita lihat banyak untuk investasi itu di bidang usaha pengolahan dan budidaya, misalnya 32 persen di pengolahan, kemudian budidaya, ada juga di pemasaran dan sebagainya," kata Machmud.

Ini berarti program hilirisasi di sektor perikanan sudah mulai terlihat bahwa investasi banyak di bidang usaha pengolahan, ada juga kaitannya dengan cold storage dan sebagainya.

"Jadi menarik bagi kita bahwa hilirisasi ke depan menjadi bagian penting dari kegiatan sektor perikanan," ujar Machmud.

Adapun lokasi tujuan investasi sektor kelautan dan perikanan hingga triwulan III tahun ini yakni Jawa Timur, Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Sedangkan negara asal PMA untuk investasi di sektor kelautan dan perikanan hingga triwulan III yakni Singapura, Tiongkok, dan Korea Selatan.

Sebagai informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menarik minat investasi dan kemitraan usaha kelautan dan perikanan senilai Rp1,60 triliun dalam Investment and Business Matching, yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas).

Dia menyampaikan pada forum itu, KKP menawarkan 36 proyek senilai Rp3,02 triliun, di antaranya pembangunan industri pengolahan ikan tuna, udang, serta logistik rantai dingin di Kabupaten Cilacap.

Kemudian, pembangunan pabrik garam industri oleh di Kabupaten Jeneponto, pembangunan fasilitas pengolahan hasil perikanan dan pusat logistik rantai dingin oleh di Kawasan Industri Bolok, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta pembangunan pabrik pengolahan rumput laut berbasis nori di Jawa Barat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.