Kemendukbangga Perkuat Kolaborasi Nasional bagi Pencegahan Stunting
Rabu, 10 Des 2025, 17:45 WIBJAKARTA - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penanganan stunting di Indonesia. Menteri Kependukbangga, Wihaji, menyebut program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) menjadi salah satu motor penggerak dukungan masyarakat.
Wihaji menjelaskan program Genting merupakan yang disiapkan dengan empat bentuk intervensi. Intervensi tersebut meliputi dukungan asupan gizi, penyediaan air bersih, edukasi pola asuh, serta bantuan sanitasi dasar.
Ia menyebut masyarakat maupun korporasi dapat berpartisipasi dengan memilih bentuk kontribusi sesuai kemampuan.
âSiapa yang mau memberi asupan gizi, air bersih, edukasi, atau sanitasi, semua bisa memilih perannya,â ujar Wihaji usai kegiatan Genting Collaboration Summit 2025 âSinergi untuk Negeri Wujudkan Indonesia Bebas Stuntingâ di Jakarta, Rabu (10/12).
Menurut dia, sejumlah perusahaan telah ikut terlibat memberikan bantuan gizi bagi keluarga berisiko stunting di berbagai wilayah.
âBeberapa korporasi sudah menyalurkan dukungan gizi, termasuk di daerah terpencil yang belum terjangkau,â ucap dia.
Ia juga mengungkap temuan lapangan yang menunjukkan kondisi sanitasi buruk masih terjadi di rumah tangga tertentu.
âAda yang Mandi, Cuci, Kakus (MCK)-nya menyatu dengan tempat tidur dan dapur, dan ini berisiko memicu stunting,â tutur Wihaji.
Selain dukungan fisik, edukasi keluarga menjadi bagian penting dalam mencegah stunting. Wihaji menegaskan bahwa pengetahuan yang rendah dapat menjadi penyebab stunting meski ekonomi keluarga sebenarnya mencukupi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga, Maria Ernawati, mengatakan penanganan stunting membutuhkan pendekatan kolaboratif. Ia menilai kerja sama antara pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan media sangat menentukan keberhasilan.
âProgram Genting hadir sebagai gerakan gotong royong yang mengajak masyarakat menjadi orang tua asuh dalam pencegahan stunting,â ujar Erna.
Ia menyebut dukungan tidak hanya berbentuk bantuan pangan, tetapi juga pendampingan, edukasi, dan penguatan pola asuh.
Erna mengatakan saat ini sudah terlaksana diseluruh provinsi di Indonesia. âTim pengendali Genting kini sudah ada di semua provinsi dan 512 kabupaten/kota sudah melaksanakannya,â kata dia.
Kemendukbangga berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat semakin mempercepat upaya pencegahan stunting di seluruh Indonesia. Kolaborasi berkelanjutan dinilai penting agar layanan upaya pemenuhan gizi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. ils/I-1
- Cegah Stunting
- Kemendukbangga
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Gubernur Pramono: Jakarta Tuan Rumah Ajang Anugerah Keberagaman
-
Teknologi Unand Bikin Kerupuk UMKM Agam Lebih Berkualitas dan Bernilai Jual
-
PT KAI Siapkan Rangkaian 12 Kereta di Stasiun Bogor untuk Antisipasi Tingginya Mobilitas Masyarakat
-
Mencegah Stunting dengan Memperkuat Peran Posyandu
-
PKK Makassar Edukasi Ratusan Ibu Hamil untuk Mencegah Stunting
-
Dukung Target Pemerintah, InJourney Airports Percepat Transformasi Bandara Soekarno-Hatta Menuju 10 Besar Dunia 2029
-
Strategi Jitu PASTI Papua Cegah Stunting di Nabire, Ini yang Dilakukan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.