Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tercapai jika Sektor Riil Tumbuh dan Ada Investasi Baru

📅 Senin, 08 Des 2025, 01:10 WIB | Oleh:
Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tercapai jika Sektor Riil Tumbuh dan Ada Investasi Baru Doc: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Ket. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dapat dicapai jika sektor riil bertumbuh, investasi berjalan, dan ada investor baru. Kondisi itu yang perlu diterapkan jika pemerintah ingin meraih pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini mengungkapkan kegelisahannya karena iklim investasi nasional yang berantakan mengakibatkan ekonomi indonesia tertinggal dibanding dengan negara tetangga.

 “The Economist bilang saya menghabiskan uang untuk keadaan susah sebesar 200 triliun. Padahal uangnya tidak habis hanya saya pindahkan saja (ke bank BUMN). Jadi majalah The Economist yang canggih itu ternyata tidak sepintar saya,” ujarnya dalam Pembukaan Rapimnas Kadin 2025, belum lama ini. Dalam forum tersebut, Purbaya mengakui bahwa langkahnya belum cukup untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan karena adanya hambatan dalam masalah investasi yang ia sebut sebagai “bottleneck”.

 “Jadi saya pikir kalau dihidupkan mesinnya dua-dua, fiskal dan moneter, saya pikir 6 sampai 6,5 persen bisa lah, nanti Anda akan mendapatkan keadaan ekonomi yang berbeda dari sebelumnya. Tapi itu belum cukup untuk menciptakan iklim ekonomi yang berkesinambungan, iklim investasi kita masih berantakan,” ujarnya. Me n u r u t n y a ,

 layanan investasi terintegrasi One stop service yang selama ini digelar belum menunjukkan hasilnya dan Indonesia tertinggal sebagai negara tujuan investasi dari negara-negara tetangga. “One stop service tidak selesai- selesai. Sekarang kita kalah dengan Vietnam, Singapura, Thailand, dan Malaysia dalam hal menarik investasi. Kemarin Nvdia pilih Johor Malaysia, kita kalah, kita mesti perbaiki,” ujarnya.

 Pernyataan Menkeu tersebut tidak jauh berbeda dengan penilaian Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) dalam melihat peluang investasi di Indonesia. Dalam laporan Pernyataan Iklim Investasi Indonesia 2025, AS menyebut sejumlah kendala yang menghambat arus masuk investor.

“Beberapa investor AS menggambarkan iklim investasi jauh lebih baik selama dekade terakhir, tetapi mereka juga menunjukkan bahwa hambatan lain masih ada, termasuk inefisiensi birokrasi, keterlambatan dalam pembebasan lahan dan proses tender proyek infrastruktur, lemahnya penegakan kontrak, dan keterlambatan dalam menerima pengembalian kelebihan pembayaran pajak perusahaan di muka.”

“Investor berpendapat bahwa peraturan baru terkadang tidak tepat dan kurang konsultasi dengan pemangku kepentingan. Perusahaan melaporkan bahwa sektor energi dan pertambangan masih menghadapi hambatan investasi, dan semua sektor tidak memiliki perlindungan dan penegakan HKI yang memadai,” kata laporan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.