Lindungi Pesisir dari Abrasi dan Risiko Banjir, Siswa SMPN 1 Surabaya Tanam 18.200 Mangrove
📅 Minggu, 07 Des 2025, 16:31 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSelain kegiatan pembibitan dan penanaman, Harley mengembangkan produk olahan mangrove menjadi enam jenis produk sebagai model ekonomi kreatif berbasis konservasi, bekerja sama dengan Lulut Sri Yuliani, pegiat mangrove peraih Kalpataru. "Produk tersebut mencakup sirup, kecap, sampo, kondisioner, vitamin rambut, serta pewarna batik," ungkap Harley.
Inovasi ini memperkenalkan gagasan bahwa mangrove tidak hanya berfungsi sebagai penyangga ekologis pesisir, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai sumber ekonomi kreatif yang selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Dengan dukungan komunitas lokal, sekolah, dan Wahana Visi Indonesia, Harley menargetkan penanaman 25.000 mangrove hingga akhir Desember 2025 dan 40.000 mangrove hingga pertengahan 2026. "Target ini sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga pesisir Surabaya agar tetap kuat menghadapi banjir, abrasi, dan ancaman tsunami," katanya.
Perjalanan Harley menunjukkan bahwa upaya melindungi lingkungan tidak mengenal usia. Dari tangan seorang bocah SMP, tumbuh ribuan bibit yang kelak menjadi sabuk hijau pelindung pesisir. Dokumentasi perjalanan konservasi Harley dapat diakses melalui laman www.harleypangeranlingkunganhidup.com, dimana ia juga mempromosikan berbagai produk ramah lingkungan karya siswa-siswi SMPN 1 Surabaya.
Harley ingin terus mengabdikan hidupnya di program Pangeran Putri Lingkungan Hidup Tunas Hijau yang diprakarsai Zamroni, serta menanam hingga ratusan ribu mangrove demi menjaga bumi tetap lestari dan menghijaukan generasi mendatang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!