Lindungi Pesisir dari Abrasi dan Risiko Banjir, Siswa SMPN 1 Surabaya Tanam 18.200 Mangrove
📅 Minggu, 07 Des 2025, 16:31 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SURABAYA - Di tengah maraknya penebangan hutan dan hilangnya kawasan mangrove di berbagai wilayah Indonesia, muncul kisah berbeda dari seorang pelajar SMP di Surabaya. Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto, Finalis Pangeran Lingkungan Hidup Tunas Hijau Tahun 2025, memilih menanam ribuan mangrove sebagai bentuk perlindungan pesisir dan masa depan bumi.
Pada usia 13 tahun, Harley telah membudidayakan lebih dari 18.200 mangrove dan menjadi inisiator gerakan konservasi bernama Mangrove Warrior. Gerakan ini melibatkan dua komunitas utama, yaitu komunitas lokal dengan petani tambak Wonorejo dan komunitas sekolah di SMP Negeri 1 Surabaya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengapresiasi langkah konkret Harley Fatahillah, bersama SMPN 1 Surabaya dan seluruh pihak dalam gerakan peduli pesisir melalui budidaya mangrove tersebut.
"Adek Harley dan SMPN 1 ini luar biasa bisa membudidayakan mangrove. Di saat isu lingkungan terkait perubahan iklim ini ramai dibicarakan, tapi hanya kerusakan alam dan bencananya saja yang terekspos. Mereka tidak pernah melihat masih ada warga yang peduli lingkungan dan aktif melakukan mitigasi serta adaptasi terhadap perubahan iklim," kata Dedik Irianto, Minggu (7/12/2025).
Dedik menuturkan, keberhasilan Harley menunjukkan bahwa inisiatif dari anak muda dapat memberikan dampak yang signifikan. Menurutnya, jika seorang pelajar saja mampu menanam lebih dari 18 ribu mangrove dan membentuk gerakan peduli pesisir, maka potensi efek positif akan jauh lebih besar jika gerakan serupa diikuti oleh teman-temannya.
"Bayangkan jika efek gerakan ini dicontoh dan ditiru teman-temannya. Bukan hanya semangatnya, tetapi juga inisiasi-inisiasi yang digagasnya merupakan implementasi pemikiran untuk melindungi bumi ini," tutur Dedik.
Selain itu, Dedik menilai, semangat dan berbagai inisiatif yang muncul dari gerakan Mangrove Warrior tersebut merupakan contoh konkret sebagai upaya melindungi bumi dari kerusakan lingkungan. "Tentunya hal tersebut berkat dukungan orang tua dan guru sebagai pendidik di sekolah. Tetap semangat buat adek Harley untuk menjaga bumi menjadi lestari," katanya.
Sementara itu, Harley Fatahillah mengaku menyaksikan banyak berita mengenai penebangan liar dan kerusakan pesisir di Indonesia. Dari situlah ia memahami bahwa mangrove merupakan benteng alam yang sangat penting. Mangrove mampu meredam gelombang besar, menahan abrasi, mengurangi risiko banjir, dan menjadi pelindung alami jika terjadi tsunami.
"Saya ingin Surabaya tetap aman. Mangrove bisa melindungi kita. Selama saya bisa menanam, saya akan terus menanam,” ujar Harley.
Karena itu, Harley menginisiasi SMPN 1 Surabaya sebagai sekolah pertama yang mengembangkan program pembudidayaan mangrove di Indonesia. Di sekolah, siswa belajar mengenali jenis mangrove, melakukan pembibitan, dan menjalankan praktik konservasi langsung dengan melakukan penanaman di pesisir.
Program ini menarik perhatian internasional. Siswa dari Korea Selatan datang dan belajar di SMPN 1 Surabaya, berdiskusi mengenai pengelolaan ekosistem mangrove di Kota Surabaya.
Gerakan Mangrove Warrior semakin kuat melalui kerja sama dengan Wahana Visi Indonesia, organisasi nasional yang fokus pada konservasi mangrove dan perlindungan anak. "Kolaborasi ini telah merambah penanaman di tiga lokasi, yaitu Gunung Anyar, Wonorejo, dan Keputih," tutur Harley.
Gerakan ini telah mengembangkan enam jenis mangrove, yakni Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Sonneratia caseolaris, Bruguiera gymnorhiza, Bruguiera cylindrica, dan Ceriop.
Enam jenis ini dipilih berdasarkan kesesuaian struktur tanah dan tingkat salinitas di kawasan pesisir Surabaya. Selain itu, gerakan ini memiliki empat kampung mitra yang berperan sebagai lokasi pembelajaran, pembibitan, dan laboratorium ekologi komunitas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!