Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

InklusiLand 2025: Festival Inklusi Terbesar Indonesia Rayakan Kesetaraan dan Ruang Publik yang Ramah Difabel

📅 Minggu, 07 Des 2025, 21:55 WIB | Oleh:
InklusiLand 2025: Festival Inklusi Terbesar Indonesia Rayakan Kesetaraan dan Ruang Publik yang Ramah Difabel Doc: YIPB
Ket. Kemeriahan acara “InklusiLand: Everyone Shines, Everyone Matter,” yang berlangsung di Hall 10 ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten pada hari Minggu (7/12). Acara menjadi ruang publik yang hidup, penuh cahaya, dan membuka panggung bagi para penyandang disabilitas untuk tampil, tumbuh, serta diakui setara sebagai bagian utuh anak bangsa.

TANGERANG SELATAN— Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI), Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) bersama Navaswara menghadirkan festival inklusi terbesar di Indonesia, bertajuk “InklusiLand: Everyone Shines, Everyone Matter.”

Festival yang diselenggarakan di Hall 10 ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten pada hari Minggu (7/12) ini merupakan sebuah ruang publik yang hidup, penuh cahaya, dan membuka panggung bagi para penyandang disabilitas untuk tampil, tumbuh, serta diakui setara sebagai bagian utuh anak bangsa.

Terinspirasi oleh gagasan keadilan ruang publik dari Prof. Reda Manthovani, sahabat difabel sekaligus tokoh pegiat lingkungan nasional, serta diperkuat oleh komitmen YIPB untuk menghadirkan ruang yang setara bagi semua.

Acara InklusiLand hadir sebagai festival inklusi pertama berskala nasional yang merangkai inovasi sosial, keberlanjutan lingkungan, edukasi keluarga, olahraga adaptif, hingga pemberdayaan wirausaha difabel dalam satu pengalaman yang utuh.

Cahaya Manthovani, Ketua Pelaksana Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa sekaligus inisiator Inklusiland mengatakan festival ini lahir bukan sebagai sebuah seremonial semata melainkan menjadi gerakan sosial yang dirancang sistematis, monumental, dan berkelanjutan. 

“Inklusi bukan konsep melainkan sikap hadir untuk semua. Kami ingin inklusi tidak berhenti pada panggung, tetapi mengalir menjadi budaya sehingga tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi ruang hidup yang dapat diakses oleh semua,” tuturnya dalam perayaan InklusiLand 2025, Minggu (7/12).

Festival ini dirancang sebagai perayaan publik perdana, sekaligus simbol kelahiran “rumah baru” bagi masyarakat penyandang disabilitas, tempat mereka dapat berkarya, dirayakan, dihargai, dan berpartisipasi penuh dalam ekosistem sosial yang inklusif.

Cahaya Manthovani mengatakan inklusi tumbuh ketika masyarakat membangun ruang bersama dan saling menguatkan. Semangat tersebut kemudian diwujudkan pengalaman multidimensi yang mengintegrasikan inklusivitas sosial dengan keberlanjutan lingkungan. 

“Festival ini dirancang untuk mendukung setidaknya 6 Sustainable Development Goals (SDG’s), melalui rangkaian kegiatan yang menggabungkan inovasi, seni, olahraga adaptif, edukasi keluarga, dan wirausaha inklusif,” ungkapnya.

Ketua Dewan Pembina YIPB, Maya Miranda Ambarsari, menyampaikan InklusiLand bukan hanya perayaan, tetapi telah menjadi langkah bersama menuju masa depan yang memberi ruang bagi semua untuk tumbuh dan dihargai.

"Kami percaya, kemajuan sebuah bangsa lahir ketika setiap warganya diberi kesempatan untuk hadir, berkarya, dan berperan. Inklusi tentang membuka pintu bagi kesetaraan. InklusiLand menjadi contoh bahwa ketika akses diberikan dan lingkungan disiapkan dengan cinta, sahabat disabilitas dapat bersinar dengan terang yang sama indahnya, bahkan kerap lebih gemilang dari yang pernah kita bayangkan," tutur Maya Miranda Ambarsari dengan hangat.

InklusiLand terlaksana dengan dukungan Pemerintah Provinsi Banten serta tiga pemerintah kota/kabupaten di wilayah Tangerang Raya. Turut hadir para pemimpin nasional, menteri, tokoh seni dan komunitas, menandakan bahwa inklusi adalah gerakan bersama, bukan milik satu lembaga saja.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Banten, Andra Sony, turut menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat aksesibilitas layanan publik, pendidikan, transportasi, hingga ruang terbuka yang ramah bagi penyandang disabilitas. 

Banten, melalui dukungan lintas dinas dan kemitraan lintas sektor, tengah mematangkan peta jalan inklusi jangka panjang agar kesetaraan tidak hanya menjadi visi, tetapi hadir dalam pengalaman hidup masyarakat setiap hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.