- Home
-
- Luar Negeri
-
- Polandia Jatuhkan Pilihan ...
Polandia Jatuhkan Pilihan ke Saab A26 Swedia sebagai Kapal Selam Masa Depan
Rabu, 03 Des 2025, 00:03 WIBSTOCKHOLM â Pemerintah Polandia secara resmi telah memilih tawaran Swedia berupa kapal selam kelas A26 Blekinge generasi berikutnya dari Saab untuk program kapal selam Orka yang telah lama ditunggu-tunggu, dalam apa yang diharapkan menjadi investasi sebesar 10 miliar zloty Polandia (2,52 miliar dolar AS).Â
Dari Breaking Defence, keputusan untuk mengakuisisi tiga kapal selam dari Swedia menandai langkah besar menuju penggantian satu-satunya kapal selam diesel-listrik konvensional kelas Kilo milik Polandia yang sudah tua, yang berasal dari era Soviet. Swedia terpilih mengalahkan proposal pesaing dari ThyssenKrupp Marine Systems (Jerman), Fincantieri (Italia), Naval Group (Prancis), Navantia (Spanyol), Hanwha Ocean (Korea Selatan), dan Saab-Kockum, menurut lembaga penyiaran publik Polandia, TVP .Â
Namun, masih banyak yang belum diketahui saat ini. Semua pihak yang terlibat telah menekankan bahwa belum ada kontrak yang ditandatangani dan belum ada pesanan yang ditargetkan sebelum akhir tahun 2025, dengan negosiasi yang sedang berlangsung antara Warsawa dan Stockholm. Juga belum jelas apakah Polandia akan mendapatkan A26 yang baru dibangun atau apakah paket tersebut mungkin mencakup kapal-kapal Swedia bekas.Â
Menteri Pertahanan Polandia, WÅadysÅaw Kosiniak-Kamysz menyebut keputusan itu sebagai tonggak penting, baik bagi militernya maupun bagi hubungan Warsawa dengan Stockholm.Â
Kosiniak-Kamysz mengatakan bahwa perjanjian antarpemerintah dapat ditandatangani pada akhir tahun, membuka jalan bagi pengiriman kapal selam pada tahun 2030 dan memperkuat pencegahan bawah air Polandia di kawasan Baltik, menurut TVP.
Saab menyambut baik keputusan Polandia untuk memilih tawaran pemerintah Swedia berupa kapal selam kelas A26 Blekinge untuk program Orka, yang menekankan kesesuaian strategisnya untuk operasi di Laut Baltik. "Kami merasa terhormat telah terpilih dan menantikan negosiasi mendatang dengan Badan Persenjataan di Polandia," ujar CEO Saab, Micael Johansson, dalam siaran pers .Â
Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson juga menyambut baik pemilihan kapal selam A26 oleh Polandia, menyebutnya sebagai âkonfirmasi bahwa industri pertahanan Swedia kuatâ dan bukti bahwa âSaab memiliki program kapal selam terdepan di dunia.â dalam sebuah posting di X.Â
Polandia berbatasan dengan enklave Kaliningrad Rusia, yang memiliki pangkalan angkatan laut utama yang dilengkapi dengan kapal selam dan kapal tempur permukaan. Sebagai salah satu dari dua pangkalan angkatan laut Rusia di Laut Baltik setelah Perang Dingin, Kaliningrad merupakan pusat penting dan menjadikan wilayah ini sebagai area prioritas tinggi untuk perang anti-kapal selam.
Kapal selam kelas A26 Blekinge Swedia, yang saat ini sedang dibangun oleh Saab Kockums untuk Angkatan Laut Swedia, adalah kapal selam diesel-listrik yang dilengkapi dengan propulsi udara independen Stirling. Kapal selam ini menggabungkan portal multi-misi yang mendukung operasi penyelaman dan pengerahan atau pemulihan kendaraan bawah air tak berawak, serta sistem untuk persenjataan torpedo dan peperangan dasar laut.
Desain ekspor dapat mencakup bagian muatan modular yang memungkinkan integrasi opsional rudal yang diluncurkan dari kapal selam, termasuk sistem peluncuran vertikal, yang menyediakan kemampuan serangan darat dan serangan multi-domain jika dipilih oleh operator, sesuai literatur perusahaan. Namun, tidak ada yang disebutkan tentang opsi tersebut hari ini.Â
Menurut pernyataan pemerintah, tawaran kapal selam Swedia mencakup peran Inggris, yang membawa "teknologi mutakhir" ke dalam upaya tersebut. Kemitraan ini "dapat membentuk kekuatan yang kuat dan menentukan di kawasan Laut Baltik," demikian pernyataan pemerintah Swedia dalam rilisnya .Â
Pesanan Polandia merupakan dorongan besar bagi program A26, yang belum berjalan mulus hingga saat ini.Â
Swedia memesan dua kapal selam kelas A26 Blekinge dari Saab-Kockums pada tahun 2015, tetapi program tersebut menghadapi penundaan dan peningkatan biaya yang signifikan. Pada tahun 2021, jadwal tersebut mundur menjadi 2027â2028. Bulan lalu, Saab dan Badan Materiel Pertahanan Swedia (FMV) mengumumkan negosiasi ulang lebih lanjut. Total biaya meningkat menjadi 25 miliar SEK â lebih dari dua kali lipat angka awal untuk kedua kapal â dengan pengiriman sekarang ditetapkan untuk tahun 2031 dan 2033 .
Namun, pesanan terbatas yang hanya dua unit membuat biaya pengembangan per kapal selam menjadi sangat tinggi. Oleh karena itu, pemilihan A26 oleh Polandia untuk program Orka-nya dipandang positif di Swedia, karena lambung tambahan dapat membantu mendistribusikan biaya tetap â dengan asumsi kapal baru sedang dibangun.Â
- Kapal Selam Saab A26
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.