Ekonomi Terbesar Ada di Jakarta Utara

Rabu, 03 Des 2025, 01:05 WIB

JAKARTA – Mungkin cukup mengagetkan, aktivitas ekonomi Jakarta terbesar bukan di Jakarta Selatan, atau Jakarta Pusat, tetapi Jakarta Utara. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan Jakarta Utara merupakan wilayah dengan aktivitas ekonomi terbesar Jakarta.

Maka, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 harus berjalan dengan baik agar gambaran ekonomi Jakarta Utara harus terpotret sempurna. “Jakarta Utara memiliki kawasan industri, kawasan berikat, pergudangan, logistik hingga pusat perdagangan strategis,” kata Kepala BPS Jakut, Favten Ari Pujiastuti, saat acara “Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026,” Selasa.

Ket. Foto: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Utara menggelar Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 dalam memotret ekonomi daerah tersebut di Jakarta, Selasa (2/12). — Sumber: ANTARA/HO-Pemkot Jakut

BPS akan melakukan Sensus Ekonomi tahun 2026. Saat ini, dia melakukansosialisasi untuk mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar secara nasional. Ini akan mencakup seluruh pelaku usaha dari skala mikro hingga perusahaan besar. “Sensus Ekonomi 2026 menjadi sangat penting agar struktur ekonomi kita tergambar dengan benar,” jelas Ari.

Maka, dia akan melakukan pendataan menyeluruh, termasuk ke usaha mikro yang berada di kawasan-kawasan perdagangan dan industri. Ari berharap kerja sama para pengelola kawasan, asosiasi usaha, dan pemerintah daerah agar pendataan berjalan akurat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan bapak-ibu sangat penting, terutama dalam memberikan data direktori usaha dan perizinan kawasan. Ini untuk memastikan tidak ada satu pun unit usaha yang terlewat,” paparnya.

Dia mencontohkan kesalahan kecil dalam jumlah unit usaha dapat mengubah gambaran ekonomi Jakarta Utara. “Tidak mungkin jumlah pedagang di mal besar lebih sedikit daripada di pasar tradisional. Karena itu, data harus akurat agar tidak menimbulkan kesalahan dalam penghitungan kinerja ekonomi,” ujarnya.

Ari juga berharap sosialisasi ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan Sensus Ekonomi hanya akan berhasil melalui kerja sama semua pihak. “Kami berharap kegiatan ini membuka jalan kolaborasi yang lebih kuat antara BPS, Pemkot Jakarta Utara, dan seluruh pengelola kawasan industri,” jelasnya.

Sekretaris Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan, mengatakan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan statistik besar yang sangat menentukan arah pembangunan ekonomi nasional maupun daerah. “Sensus Ekonomi 2026 memotret kondisi ekonomi secara menyeluruh. Data ini sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah agar tepat sasaran dan berkelanjutan,” kata dia.

Bantah

Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono, Anung Wibowo, membantah terkait laporan dari Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB yang menempatkan Jakarta sebagai kota terpadat dunia dengan populasi sekitar 42 juta jiwa. “Jakarta bukan terpadat karena nomor 30,” kata Pramono.

Namun, lanjut Pramono, karena aglomerasi, maka Jakarta dianggap penduduknya menjadi 42 juta mengalahkan Bangladesh, New Delhi, Tokyo, dan sebagainya. Kendati demikian, Pramono mengatakan justru menjadikan data tersebut sebagai referensi agar Pemerintah Jakarta semakin giat dalam membangun dan memperbaiki ibu kota.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno juga mengaku terkejut dengan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menempatkan Jakarta sebagai ibu kota terpadat dunia dengan 42 juta penduduk. Rano menilai angka tersebut berbeda jauh dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut jumlah penduduk resmi Jakarta adalah sekitar 11 juta jiwa.

  • ekonomi jakarta

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.