Barca Balikkan Keadaan, Atasi Atletico dan Kokoh di Puncak Klasemen La Liga

Rabu, 03 Des 2025, 06:40 WIB

BARCELONA, SPANYOL — Barcelona memamerkan daya juang kelas juara saat menundukkan Atletico Madrid 3-1, Rabu (3/12) dini hari WIB, untuk memperlebar jarak menjadi empat poin di puncak klasemen La Liga. Pelatih Hansi Flick menegaskan kemenangan ini sebagai langkah penting setelah performa tidak stabil dalam beberapa pekan terakhir.

Tampil di Camp Nou yang masih dalam tahap renovasi, Barca sempat tertinggal lebih dulu lewat sepakan Alex Baena. Namun sang juara bertahan bangkit lewat gol Raphinha, sebelum Dani Olmo dan Ferran Torres memastikan kemenangan sekaligus memutus catatan 13 laga tak terkalahkan Atletico di liga.

Ket. Foto: Para pemain Barcelona melakukan selebrasi usai mencetak gol dalam laga La Liga kontra Atletico Madrid, Rabu (3/12) dini hari WIB. — Sumber: AFP

Barcelona sejatinya bisa unggul lebih cepat andaikata penalti Robert Lewandowski tidak melambung tinggi di babak pertama, sebuah peluang emas yang gagal dimaksimalkan striker Polandia itu.

Real Madrid, yang tertinggal empat poin, baru akan bertandang ke markas Athletic Bilbao pada Rabu untuk mencoba memangkas jarak. Sementara Atletico Madrid arahan Diego Simeone tetap di posisi empat, terpaut enam poin dari Blaugrana.

“Kita lihat apakah ini titik balik, tetapi ini salah satu performa terbaik kami musim ini. Saya sangat puas dengan apa yang ditunjukkan selama 90 menit,” ujar Flick.

“Ini adalah langkah berikutnya, kami mulai kembali ke level terbaik, dan hari ini kami tampil sangat bagus.”

Kemenangan ini menjadi yang kelima beruntun di La Liga sejak kekalahan dalam El Clasico Oktober lalu. Meski performa Barca naik-turun, kemenangan atas rival langsung dalam perburuan gelar memberi suntikan moral besar bagi tim.

Raphinha mengakui mentalitas menjadi kunci kebangkitan tim. “Inilah semangat yang harus kami miliki untuk membalikkan laga seperti ini. Kepercayaan diri kami tumbuh dari pertandingan ke pertandingan,” katanya kepada Movistar. “Tiga poin ini akan sangat penting di akhir musim. Mereka bisa menentukan juara.”

Barcelona tampil pincang tanpa Ronald Araujo yang dikabarkan menjalani rehat mental, Frenkie de Jong yang sakit, serta sejumlah pemain yang masih menepi karena cedera. Kekalahan 0-3 dari Chelsea di Liga Champions dan kemenangan tipis atas Alaves membuat para suporter resah.

Kekhawatiran itu terbukti ketika Atletico membuka skor melalui skema yang sudah diprediksi: tusukan di belakang garis pertahanan tinggi Barca. Baena lolos dan menaklukkan Joan Garcia. Meski sempat ragu karena bendera hakim garis terangkat, VAR memastikan sang penyerang onside.

Barca merespons cepat. Pada menit ke-26, Pedri yang kembali starter memberikan umpan terobosan cerdas kepada Raphinha. Winger Brasil itu mengelabui Jan Oblak dan menyarangkan bola ke gawang kosong.

Lewandowski memiliki kesempatan membawa Barca unggul tetapi mengeksekusi penalti dengan buruk, melambung jauh dari target setelah Dani Olmo dijatuhkan Pablo Barrios. Oblak kemudian melakukan penyelamatan spektakuler dari tandukan Lewandowski beberapa menit berselang.

Dani Olmo, yang akhir pekan lalu mencetak dua gol ke gawang Alaves, membawa Barca berbalik unggul lewat penyelesaian klinis setelah memanfaatkan bola muntah hasil kerja keras Lewandowski. Namun ia harus mengakhiri laga dengan cedera bahu dalam proses mencetak gol dan digantikan Marcus Rashford.

Pedri, yang tampil dominan di lini tengah, juga ditarik keluar setelah terlihat kelelahan. Flick memastikan sang gelandang hanya mengalami keletihan, bukan cedera serius.

Atletico sempat mendapat peluang emas lewat Thiago Almada, tetapi penyelesaian akhirnya melebar setelah kehilangan keseimbangan di kotak penalti.

Di masa tambahan waktu, umpan Alejandro Balde dituntaskan Ferran Torres untuk mengunci kemenangan Barca dan meraih tiga poin krusial dalam persaingan gelar.

“Barca memang lebih unggul. Kami punya beberapa peluang untuk menyamakan kedudukan, tetapi pada detik terakhir mereka mencetak gol ketiga,” ujar Oblak.

Pelatih Diego Simeone tetap memberi apresiasi kepada anak asuhnya meski laju impresif mereka harus terhenti.

“Saya puas dengan performa tim. Kami sudah berusaha maksimal,” kata Simeone. “Kami kurang efisien di depan gawang, itu yang selalu kami minta, tetapi terkadang hal itu tidak terjadi.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.